Anggota Komisi III Harap Tak Ada Lagi Kasus Seperti Luna-Cut Tari

Anggota Komisi III Harap Tak Ada Lagi Kasus Seperti Luna-Cut Tari

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabtu, 04 Agu 2018 12:34 WIB
Foto: Taufiqulhadi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Foto: Taufiqulhadi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi III DPR selaku mitra Polri, Teuku Taufiqulhadi, berharap tak ada lagi kasus seperti yang dialami Luna Maya dan Cut Tari. Kasus yang dimaksud adalah ketidakpastian akibat lamanya proses hukum terhadap Luna-Cut Tari.

"Saya berharap mendatang tidak ada lagi kasus seperti kasus Luna-Cut Tari ini," ujar Taufiqulhadi kepada wartawan, Sabtu (4/8/2018).


Dia menilai lamanya Luna-Cut Tari menyandang status tersangka dalam kasus video porno dengan Nazril Ilham alias Ariel 'Noah' membuat tidak terjaminnya kepastian hukum. Dia menilai hal itu bisa merusak citra Polri.

"Karena, kalau terjadi lagi, selain membuat tidak terjamin kepastian hukum bagi pencari keadilan, juga akan merusak citra polisi sendiri," ujar politikus NasDem itu.

Kasus ini sendiri bergulir sejak 2010. Saat itu, Luna Maya dan Cut Tari ditetapkan sebagai tersangka bersama sang aktor video, Ariel. Namun, hanya Ariel yang divonis bui. Luna-Cut Tari hingga kini menyandang status tersangka.

Ariel setelah divonis 3,5 tahun penjara, bebas bersyarat di 2012. Tapi, setelah delapan tahun berselang sejak kasus itu, status tersangka Luna-Cut Tari tetap melekat meski tak terdengar publik.

Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) pun mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. LP3HI meminta Polri mengeluarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) di kasus Luna Maya-Cut Tari. Ketidakjelasan proses perkara itu menjadi salah satu alasan LP3HI mengajukan praperadilan itu.


Pada 2 Juli 2018, sidang perdana praperadilan digelar. Namun, sidang ditunda hingga 30 Juli karena pihak termohon (Polri dan Kejaksaan) tidak hadir. Setelahnya proses persidangan berlangsung hingga nantinya diputus pada 7 Agustus 2018.

Polri sebagai pihak yang digugat dalam praperadilan itu menanggapi santai. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, status Cut Tari dan Luna Maya memang masih sebagai tersangka dan hingga kini terus diproses.

"Ada etika penyidikan yang harus tidak disampaikan ke publik karena, satu, bisa mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan, kedua, ada norma di dalam sosial kemasyarakatan," ujar Iqbal.



Tonton juga video: 'Nasib Luna Maya dan Cut Tari Ditentukan Hasil Praperadilan'

[Gambas:Video 20detik]




Anggota Komisi III Harap Tak Ada Lagi Kasus Seperti Luna-Cut Tari
(gbr/haf)