NASA Perbaiki Discovery di Luar Angkasa
Rabu, 03 Agu 2005 07:25 WIB
Jakarta - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melakukan perbaikan pesawat ulang alik Discovery saat berada di luar angkasa. Perbaikan di luar angkasa belum pernah dilakukan sebelumnya oleh astronot NASA. Astronot Stephen Robinson, akan mencabut pecahan yang mencuat di antara kulit pelindung panas yang terletak di bagian perut Discovery. NASA khawatir pecahan material yang menggantung ini bisa menyebabkan bagian pesawat ulang alik itu kepanasan saat masuk ke atmosfir bumi. Dua tonjolan keluar dari bahan pelindung panas dekat bagian hidung Discovery yakni, satu berukuran 2,8 centimeter dan satu lagi sekitar 2,2 centimeter.Wayne Hale, wakil manager program pesawat ulang alik NASA seperti yang dikutip BBC, Rabu (3/8/2005), mengatakan pihaknya tidak tahu pasti dampak pecahan yang mencuat itu saat pesawat memanas ketika masuk ke dalam atmosfir bumi. Untuk mengimbanginya, para manager pesawat ulang alik memutuskan untuk mencabut pecahan itu meskpun berisiko. Namun hal itu dirasakan lebih baik daripada membiarkan pesawat itu kembali ke bumi dalam keadaan sekarang yang tanpa diperbaiki."Kami mempelajari hal yang tidak kami ketahui, melawan hal yang sudah kami tahu pasti," kata Wayne Hale. Namun yang pasti, kata Wayne, ada ketidakpastian karena manusia tidak bisa mengatasi aerodinamik dalam ketinggian dan kecepatan seperti itu. Dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi ini, akan lebih mudah saat masuk kembali ke bumi atau sesuatu yang buruk bisa terjadi.Dalam tiga hari terakhir ini satu tim manager, ahli teknik dan ahli aerodinamik bekerja sama mengatasi masalah ini. Sistem sensor orbit pesawat sepanjang 15 meter akan dipindah sejajar dengan Stasiun Ruang Angkasa Robinson sehingga para astronot di stasiun internasional dan ruang pengawas di bumi bisa melihatnya saat melakukan perbaikan. "Ini adalah NASA baru. Jika kami tidak bisa menjamin bahwa itu aman, kami tidak akan melakukannya. Hal ini melebihi kemampuan kami dan kami perlu mengambil tindakan," ujar Hale. Saat memasuki kembali atmosfir bumi bagian bawah perut pesawat ulang alik akan terkena panas yang luar biasa. Tonjolan di perut pesawat ini bisa menganggu aliran udara saat masuk kembali ke bumi, yang menyebabkan kekosongan udara sehingga suhu pada bagian pelindung pesawat meningkat. Chuck Campbell, dari tim aerodinamik pesawat itu mengatakan tonjolan itu bisa meningkatkan suhu pada bagian pelindung hingga kira-kira 10-30 persen. "Ini mencapai beberapa ratus celsius," ujarnya. Saat memasuki atmosfir bumi, bagian bawah pesawat bisa terkena panas bersuhu 1.260 derajat Celsius atau lebih tinggi. Para manajer pesawat telah memeriksa catatan misi ulang alik STS-73 pada tahun 1995. Saat itu, pesawat ulang alik Columbia kembali ke bumi dengan tonjolan sepanjang 3,5 centimeter. Pesawat itu mengalami pemanasan saat masuk kembali ke bumi, namun mendarat dengan selamat. Akan tetapi delapan tahun kemudian, sebuah busa berukuran sebesar tas koper jatuh dari Columbia saat peluncuran, Busa itu menyebabkan lubang di panel pelindung panas di bagian sayap kiri. Kerusakan itu tidak menimbulkan masalah saat orbit, namun ketika pesawat itu masuk kembali ke bumi pada tangagal 1 Februari 2003, gas yang sangat panas masuk ke sayap dan menghancurkan pesawat itu.
(mar/)











































