"Kalau ingin yang andal, Pak Tommy Soeharto. Kalau ingin srikandi perempuan, maka Bu Titiek Soeharto (Siti Hediati Hariyadi), atau Bu Tutut Soeharto (Siti Hardijanti Rukmana)," kata Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dalam keterangannya, Jumat (3/8/2018).
Mereka akan menyodorkan Tommy, Titiek, dan Tutut ke koalisi partai yang mampu menyodorkan capres-cawapres. Namun bila ada kemungkinan mencapreskan tokoh sendiri, maka mereka akan mencapreskan Tommy Soeharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kemesraan Prabowo-Titiek dalam Selembar Foto |
Dia menyebut MK sebagai pihak yang diharapkan gagah berani mengabulkan gugatan uji materi ambang batas pencapresan (parliamentary threshold). Saat ini, ambang batas pencapresan adalah 25 persen perolehan suara nasional atau 20 persen suara nasional. Mereka berharap ambang batas pencapresan bisa 0%. Namun bila MK tidak memutus demikian, maka Partai Berkarya akan mencapreskan tokoh yang lain.
"Andaikata MK tidak segagah berani yang diimpikan masyarakat, maka pada saatnya kami akan coba mengambil keputusan calon presiden siapa yang akan kami utus, dan secara resmi akan kami umumkan langsung oleh Pak Ketua Umum Hutomo Mandala Putra," kata Priyo.
Tommy juga hadir dalam Ijtimak Ulama kemarin, yang akhirnya merekomendasikan capres Prabowo Subianto dan cawapres Ustaz Abdul Somad atau politisi PKS Salim Segaf Al Jufri. Tommy menghormati keputusan itu.
"Ketika Pak Tommy diundang dalam Ijtimak Ulama dan tokoh nasional, beliau telah menyampaikan pandangan, bahwa menghargai dan menghormati Ijtimak Ulama dan tokoh nasional yang ketemu pada beberapa hari lalu," kata Priyo yang menegaskan Partai Berkarya mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden ini.
Sejauh ini, ada 2 koalisi yang bersiap maju di Pilpres 2019. Koalisi pertama adalah pendukung Joko Widodo dengan dukungan 9 parpol, sementara koalisi Prabowo Subianto didukung empat partai. (dnu/ear)










































