Amerika Tidak Dilibatkan Dalam Pengamanan Selat Malaka
Selasa, 02 Agu 2005 21:01 WIB
Pekanbaru - Tiga negara Asean, Indonesia, Malaysia dan Singapura sepakat tidak akan melibatkan Amerika Serikat (AS) dalam pengamanan Selat Malaka. Keputusan itu diambil setelah tiga negara serumpun itu melakukan pertemuan informal di Batam.Pertemuan itu berlangsung sejak kemarin dan berakhir pada Selasa (2/08/2005) hari ini. Hadir dalam pertemuan itu adalah, Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato' Seri Syed Hamid Albar dan Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo.Ketiga utusan dari masing-masing negara bertetangga menyepakati berbagai hal. Pertemuan itu juga menyepakati soal perlunya secara rutin dan berkala melakukan pertemuan untuk membahas pengamanan Selat Malaka.Sebagai Negara Littoral State, Indonesia, Malaysia dan Singapura mempunyai kedaulatan atas Selat Malaka berdasarkan Hukum Konvensi Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 1982 sehingga dapat memutuskan kebijakan terhadap Selat Malaka secara mandiri, tanpa keikutsertaan dari negara pengguna. "Pada pertemuan ini kami sepakat, membangun mekanisme konsultasi, yaitu pada tingkat techniccal expert. Pertemuan ini secara berkala akan dilakukan di tingkat menteri, mungkin 6 bulan ataupaling lambat setahun mendatang kami akan bertemu lagi," ujar Hassan.Sementara, Menteri Luar Negeri Singapura, George Yeo menyebutkan, Singapura menyambut baik atas terselenggaranya pertemuan tingkat menlu ini. Namun pihaknya sangat berkeinginan agar negara-negara Asean dan juga negara pengguna diikutsertakan secara aktif dalam pembahasan Selat Malaka. Menlu Malaysia Dato' Seri Syed Hamid Albar menyebutkan, pertemuan itu tidak membahas tentang hubungan bilateral dan beberapa kasus yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia. "Kami mempunyai
(mar/)











































