Dulu Ramai Kini Sepi, Rumah Diduga Markas NII Digaris Polisi
Selasa, 02 Agu 2005 19:37 WIB
Jakarta - Sunyi dan kosong melompong. Begitulah suasana rumah yang diduga markas Negara Islam Indonesia (NII) beraliran Al Zaytun. Padahal sebelumnya rumah ini ramai oleh puluhan anak muda.Rumah ini berlokasi di Jalan Haji Samali Ujung RT 11 RW 04 Nomor 10, Pejaten Barat, Jakarta Selatan.Pintu depan rumah tampak terbuka, sedangkan pintu pagar besi tertutup. Ada police line (garis polisi) berwarna kuning di pagar besi. Lampu terlihat menyala semua menerangi bangunan satu lantai berwarna krem.Saat detikcom melongok ke dalam rumah dari pagar, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (2/8/2005), terlihat kertas-kertas berserakan dan ada white board polos tanpa tulisan. Di garasi tampak beberapa sandal berserakan. Daun-daun kering dari satu-satunya pohon yang ada di halaman, berserakan.Tetangga yang berada persis di sebelah kiri, kanan, dan depan rumah itu sedang tidak ada penghuninya. Selang tiga rumah sebelah kiri, ada sebuah warung yang dikelola Ibu Yanti.Dia sudah menempati lokasi itu selama 25 tahun. Dijelaskan dia, ada 4 kompleks di Jalan Haji Samali Ujung, yakni Transmigrasi, Koperasi, Lembaga Tinggi Administrasi Negara, dan Pertambangan. Sebagian besar warga merupakan pensiunan pegawai negeri.Rumah nomor 10 yang diduga dijadikan markas NII, menurut Ibu Yanti, bukan berada di kompleks. Posisinya tidak masuk kompleks mana pun karena terletak di antara kompleks."Memang sejak beberapa bulan ini, rumah itu ramai oleh sejumlah anak muda. Usianya sekitar 20-an tahun. Yang perempuan kebanyakan pakai jilbab, tapi ada juga yang tidak. Yang laki-laki biasa saja, tidak ada jenggot atau pakai peci," urainya.Aktivitas mereka selama ini, lanjut dia, tidak ada yang mencurigakan. Namun orang-orang yang datang selalu silih berganti."Mereka biasanya belanja di warung saya. Tapi saya tidak pernah tanya nama maupun asalnya. Biasanya kalau lagi ramai, satu hari itu ada sekitar 10 orang yang belanja macam-macam kebutuhan sehari-hari di warung saya," tutur Ibu Yanti.Setelah ada kejadian pengeroyokan, bagaimana? "Saya sih orangnya cuek, nggak terlalu mencampuri urusan orang. Tapi kalau sudah mengganggu dan meresahkan lingkungan sini, mending cari tempat lain saja. Jangan di tempat ini," tandasnya.
(sss/)











































