Teknologi Monorel Diputus Kamis, Sutiyoso Lebih Suka Siemens

Teknologi Monorel Diputus Kamis, Sutiyoso Lebih Suka Siemens

- detikNews
Selasa, 02 Agu 2005 18:21 WIB
Jakarta - Pembangunan monorel di Jakarta hingga kini masih mangkrak karena berbagai faktor. Salah satunya teknologi apa yang akan digunakan belum pasti. Tapi masalah ini akan segera teratasi minggu ini. "Masalah internal tentang monorel akan diputuskan hari Kamis, 4 Agustus 2005," kata Gubenur DKI Sutiyoso pada wartawan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/8/2005).Sampai saat ini konsorsium pengelola monorel dari Singapura dan Malaysia masih tetap memilih monorel teknologi dari Korea (Rotem) yang nilainya US$ 800 juta. Namun Sutiyoso lebih memilih teknologi dari Jerman (Siemens) yang harganya lebih murah, sekitar US$ 500 juta. "Dikhawatirkan jika biayanya mahal maka harga tiketnya juga mahal," alasan Sutiyoso.Jauh hari sebelumnya, Gubernur Sutiyoso lebih tertarik pada teknologi monorel dari Korea. Karena menurutnya teknologi itu paling mutakhir. Dua ban (roda) sisi kiri dan kanan mencengkram rel, sehingga kelihatan lebih menjamin keamanan dan lebih indah. Berbeda dengan teknologi negara lain yang banyak menggunakan ban dengan posisi berdiri dan miring untuk mencakram rel. Selain itu kecepatan maksimal rata-rata 60 sampai 70 km per jam dan paling tinggi 80 km per jam.Sementara itu untuk pembangunan subway di Jakarta, Sutiyoso mengharapkan Dephub dan investor dari Jepang untuk menyelesaikan perangkat lunak tahun ini juga. "Agar pembangunan fisiknya dapat dimulai tahun depan," harap eks Pangdam Jaya ini. Proyek ini diperkirakan menelan ongkos US$ 1,5 miliar. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini