Mabes Polri: Hanya 2-3 Rekening Jenderal yang Tidak Wajar
Selasa, 02 Agu 2005 15:45 WIB
Jakarta -
Disebut-sebut 15 perwira tingginya memiliki rekening dalam jumlah yang tidak wajar, Mabes Polri tidak terima. Mabes Polri menyatakan 15 pemilik rekening itu tersebar mulai dari bintara hingga perwira tinggi. "Kalau pun ada perwira tinggi itu kemungkinan hanya 2-3 orang. Saya juga belum tahu," tegas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boediharjo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2005).Sebelumnya, sejumlah media massa ramai memberitakan 15 perwira tinggi Polri memiliki rekening dalam jumlah tidak wajar. Informasi itu dilansir dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun PPATK membantah jika 15 rekening tersebut hanya milik pati melainkan milik bintara hingga pati.Aryanto mengaku tidak mengetahui hasil PPATK tersebut. Kok bisa tahu kemungkinan hanya 2-3 orang, Pak? "Ya, saya tidak mengungkap, tapi saya tidak tahu," kilahnya. Ia juga membantah pihak humas telah melansir hasil PPATK dengan menyebut sejumlah inisial melalui pesan singkat (SMS). "Kami hanya melakukan rilis melalui faks atau saya yang langsung ngomong sendiri," kata Aryanto. Pihaknya berencana akan melakukan tindakan terhadap penyebar SMS tersebut. Mengenai LSM yang melansir sejumlah inisial pemilik rekening, Aryanto menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang keberatan dengan berita itu. "Yang dicemarkan kan perorangan dan baru inisial. Jadi siapa yang mau nuntut," ujarnya. Agar tidak menambah bias, dirinya meminta masyarakat menunggu penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polri. Kalau terbukti pidana maka akan diteruskan ke peradilan umum. Tetapi semua dilakukan oleh Polri," tuturnya. Aryanto mengimbau pemilik rekening untuk bekerja sama dengan jasa keuangan dan PPATK. "Bank yang terima transfer besar sebaiknya langsung menanyakan ini uang untuk apa," harap dia.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































