Menanti Tuntutan ke 'Wakil Tuhan' yang Kena OTT KPK

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 02 Agu 2018 15:16 WIB
Hakim Wahyu Widya (Ari/detikcom)
Serang - Dalam jagat hukum, hakim dikenal dengan sebutan 'wakil Tuhan'. Sebab, putusannya hanya ia pertanggungjawabkan kepada Tuhan, bukan ke rakyat--layaknya demokrasi pada umumnya. Tapi bagaimana bila sang 'wakil Tuhan' malah kena OTT KPK?

Hal itu terlihat di Pengadilan Tipikor Serang. Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri akan menjalani sidang tuntutan jaksa dari KPK hari ini. Ia bersama terdakwa lain, Tuti Atika selaku panitera pengganti, sebelumnya ditangkap karena dugaan suap.

Dalam dakwaan yang dibacakan sebelumnya di Pengadilan Tipikor untuk Pengadilan Tipikor Serang, terdakwa Wahyu Widya Nurfitri didakwa menerima suap Rp 30 juta. Suap tersebut diberikan oleh pengacara HM Saipudin dan Agus Wiratno untuk mempengaruhi vonis.

Saat itu, Widya sedang menangani perkara dengan tergugat Hj Momoh cs yang sedang beperkara. Perkara tersebut merupakan perkara perdata dengan register Nomor 426/Pdt.G/2017/PN.tng.


Dalam dakwaan tersebut, hakim Widya dan Tuti Atika setidak-tidaknya bersama-sama menerima suap untuk mempengaruhi putusan perkara di atas.

Dalam dakwaan tersebut juga disebutkan bahwa kedua terdakwa mengetahui atau dapat menduga perbuatannya menerima hadiah (suap) dari pengacara adalah berkaitan dengan jabatan terdakwa.


Hakim dan panitera ini sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Senin (12/3). Keduanya disangkakan melanggar pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sampai berita ini ditulis, Kamis (2/8/2018), pukul 15.00 WIB di PN Serang, sidang tuntutan yang akan dibacakan jaksa belum juga dimulai. Sidang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. (bri/asp)