Anggap AHY Wisanggeni, Poyuono: Artinya Anak Kecil Tak Boleh Perang

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 02 Agu 2018 15:01 WIB
Foto: Arief Poyuono (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono disebut telah mengklarifikasi pernyataan yang menyebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) boncel. Poyuono disebut kini menganggap AHY seperti tokoh pewayangan Wisanggeni. Benarkah klaim itu?

Klaim kalau Poyuono menganggap AHY Wisanggeni dilontarkan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman. Poyuono yang dikonfirmasi membenarkannya.

"Itu kata Habib, ketika saya bilang AHY Wisanggeni," ujar Poyuono, Kamis (2/8/2018).


Wisanggeni merupakan salah satu tokoh pewayangan ciptaan pujangga Jawa. Wisanggeni dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang bidadari bernama Batari Dresanala, putri Batara Brama. Wisanggeni digambarkan sebagai tokoh istimewa dalam pewayangan Jawa. Karakternya dikenal pemberani, tegas, dan sakti.

Namun, menurut Poyuono, Wisanggeni punya deskripsi karakter yang lebih luas lagi. Wisanggeni itu, menurutnya, anak kecil yang dibuang ke bumi dan tak boleh berperang.

"Tapi Wisanggeni itu nggak boleh ikut perang. Dalam Bharatayudha, walau sakti dan pandai, karena Wisanggeni itu anak kecil yang dibuang ke kawah Chandradimuka untuk turun ke bumi," jelas Poyuono.


AHY menjadi salah satu kandidat cawapres untuk Prabowo Subianto, versi Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. Bagi Poyu, AHY tak masuk hitungannya.

"Nggak saya reken itu mah... dan nggak punya nilai jual," ucap Poyu.

Lalu, siapa cawapres yang menurut Poyu pantas mendampingi Prabowo?

"Menurut saya harus dari sosok akademisi yang tidak banyak terlalu tampil atau sering ngomong di media dan tidak populer, tetapi harus sosok akademisi yang memang senang kerja dan bekerja serta punya prestasi. Misalnya rektor ITB, UI, UGM atau lainnya yang pantas untuk diusung sebagai cawapresnya Prabowo dan Joko Widodo," pungkasnya. (gbr/tor)