detikNews
Kamis 02 Agustus 2018, 14:24 WIB

WN Rusia Pencuri Ikan di Laut Sabang Dipidana Denda Rp 200 Juta

Datuk Haris Molana - detikNews
WN Rusia Pencuri Ikan di Laut Sabang Dipidana Denda Rp 200 Juta
Sabang - PN Sabang memvonis Matveev Aleksandr, nahkoda kapal ikan asing FV STS-50 berbendera Togo (Afrika) pidana denda Rp 200 juta. WN Rusia itu terbukti bersalah dalam kasus pelanggaran perikanan (illegal fishing).

Putusan ini lebih ringan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Matveev, dengan denda Rp 300 juta.

Vonis terhadap terdakwa dibacakan majelis hakim di PN Sabang, Kota Sabang, Aceh, sekitar pukul 11.00 WIB dipimpin oleh ketua majelis Zulfikar dengan anggota Junita dan Nurul Hikmah. Jaksa penuntut umum dihadiri Muhammad Rizza selaku Kasi Pidum Kejari Sabang dan Mawardi, sedangkan terdakwa hadir dipersidangan tanpa didampingi penasihat hukum. Terdakwa hanya didampingi seorang juru bahasa Rusia.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim memutuskan hukuman kepada terdakwa Matveev Aleksandr, Warga Negara Rusia selaku nahkoda kapal STS-50 dengan pidana denda Rp 200 juta atau subsider empat bulan kurungan penjara. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 97 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Majelis juga menyatakan barang bukti berupa Kapal FV STS-50, peralatan kapal FV STS-50 terdiri dari GPS, kemudi, alat komunikasi, alat navigasi, 150 alat tangkap bubu, alat tangkap jaring Gill Net siap pakai 600 buah, alat tangkap jaring gill net yang belum dirangkai 118 dirampas untuk negara sementara empat buku pelaut, satu lembar asli Provisional Minimum Certificate dikembalikan kepada terdakwa.

"Atas putusan tersebut kami atas nama penuntut umum akan pikir-pikir selama ini 7 hari ke depan. Termasuk juga dengan sikap terdakwa akan pikir-pikir," kata Muhammad Rizza, JPU Kejari Sabang kepada detikcom, Kamis (2/8/2018).

Pada sidang sebelumnya, jaksa menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana denda RP 300 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Matveev. Mereka menilai terdakwa Matveev terbukti melanggar Pasal 97 ayat 1 UU No 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Kapal STS-50 berbendera Togo (Afrika) yang dinahkodai oleh terdakwa Matveev Aleksandr kewarganegaraan Rusia, ditangkap oleh TNI AL Sabang (KAL Simeulue) pada Jumat (6/4/2018) di perairan Sabang. Dia ditangkap saat melintasi wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dengan kondisi alat penangkap ikan yang berada di kapal tidak disimpan didalam palka kapal.




Tonton juga 'Berapa Banyak Ikan yang Boleh Ditangkap?':

[Gambas:Video 20detik]


WN Rusia Pencuri Ikan di Laut Sabang Dipidana Denda Rp 200 Juta

(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed