Kapal Perang & Pasukan Asing No, Bantuan Yes

Kapal Perang & Pasukan Asing No, Bantuan Yes

- detikNews
Selasa, 02 Agu 2005 13:56 WIB
Jakarta - Berminat ikutan mengamankan Selat Malaka? Silakan. Yang namanya bantuan, akan diterima. Tapi jangan berpikir untuk mengirimkan kapal perang dan pasukan. Pasti ditolak mentah-mentah.Hal ini berlaku bagi negara-negara di luar 'trio' Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ketiga negara ini sudah sepakat melakukan koordinasi patroli yang terpadu untuk mengamankan Selat Malaka."Bagi pihak luar, seperti AS dan Jepang, silakan beri bantuan teknis saja. Tapi jangan masuk dalam penanganan keamanan Selat Malaka," tegas Menhan Juwono Sudarsono.Hal ini disampaikan dia usai membuka acara "Indonesia United States Security Dialogue III" di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/8/2005).Bantuan teknis yang diperkirakan akan dibutuhkan, tutur Menhan, adalah kapal patroli dan alat pengintai. Diharapkan bantuan itu mencerminkan kedaulatan ketiga negara untuk mengatur Selat Malaka."Supaya tindakan terhadap perompakan dilakukan oleh salah satu dari ketiga negara secara bersama-sama. Tapi jangan sampai negara luar ikut-ikutan menghadirkan kapal perang atau pasukan ke sana," ujarnya.Mengenai permintaan Cina untuk ikut serta mengamankan Selat Malaka karena jalur perdagangannya ke Timur Tengah melewati perairan itu, Menhan mengaku belum mendengarnya."Tapi memang dari suplai minyak seperti Cina, Jepang, dan Korea, pada umumnya melewati jalur Selat Malaka, dan mereka ingin memberi bantuan," katanya.Meski demikian, lanjut Menhan, Cina, Jepang, dan Korea juga menginginkan agar Indonesia, Singapura dan Malaysia meningkatkan pengamanan di Selat Malaka.Saat ini, lanjut Menhan, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto berada di Kuala Lumpur untuk berbicara dengan para panglima angkatan bersenjata negara-negara ASEAN soal Selat Malaka."Begitu juga dengan Menlu Hassan Wirajuda saat ini berada di Batam dengan Menlu Singapura dan Malaysia untuk membahas hal serupa," kata Menhan. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads