DetikNews
Rabu 01 Agustus 2018, 20:15 WIB

WP KPK Tetap Minta Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel

Haris Fadhil - detikNews
WP KPK Tetap Minta Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK tetap meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku teror.

"Kami tetap menaruh harapan besar agar Presiden Jokowi bersedia membentuk TGPF yang diisi oleh orang-orang yang independen. Karena selama 16 bulan ini pelaku dan motif teror terhadap rekan kami, Novel Baswedan gagal diungkap," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap kepada wartawan, Rabu (1/8/2018).

Yudi mengaku berterima kasih Jokowi pernah berbicara lewat Twitter soal kasus Novel setahun lalu. Dia berharap kasus ini segera terungkap agar tak menjadi catatan kelam sejarah bangsa.

"Saya mengucapkan terima kasih atas atensi presiden dalam cuitannya di akun resmi Twitter presiden setahun lalu yang meminta kasus teror terhadap Novel Baswedan dituntaskan dalam artian pelakunya ditangkap dan diadili serta mengungkap motif serta dalang dibaliknya. Walaupun hingga kini, belum ada titik terang dalam kasusnya," ujarnya.

"Hal ini (pengungkapan kasus) penting agar jangan sampai menjadi catatan kelam dalam sejarah kehidupan bangsa kita," sambungnya.

Pada 1 Agustus 2017, Jokowi mencuit soal kasus Novel setelah bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Setahun berselang, teka-teki siapa penyerang Novel belum juga terjawab.

"Kasus yang menimpa Pak Novel Baswedan harus segera dituntaskan. Pengusutannya terus mengalami kemajuan -Jkw," tulis Jokowi pada 1 Agustus 2017.

Novel mengalami teror air keras pada 11 April 2017. Setelah 16 bulan berlalu, Novel kembali bertugas di KPK meski masih harus menjalani pengobatan untuk kedua matanya.

Terkait kasus ini, juru bicara Presiden, Johan Budi SP, mengatakan paling tidak sudah dua kali Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian khusus untuk menanyakan kejelasan kasus Novel tersebut. Johan mengatakan itu menunjukkan kepedulian Jokowi terkait penyelesaian kasus teror tersebut.

"Paling tidak sudah dua kali lebih, minimal dua kali Presiden memanggil Kapolri. Itu bentuk kepedulian Presiden terkait dengan kasus Novel," kata Johan Budi saat berbincang dengan detikcom.
(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed