Laporan dari Moskow

Menanti Meriahnya Festival Indonesia Ketiga di Moskow

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 01 Agu 2018 16:58 WIB
Foto: Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi (batik coklat) dalam jumpa pers di kantor berita Rusia Tass. (Herianto Batubara-detikcom)
Moskow - KBRI Moskow kembali menggelar Festival Indonesia untuk ketiga kalinya pada 3-5 Agustus 2018. Sebanyak 120 ribu pengunjung ditargetkan hadir dalam festival ini.

"Target saya 120 ribu pengunjung. Karena lokasinya nanti, taman ini tiga kali besarnya dari tempat sebelumnya. Sebelumnya lokasinya hanya enam hektar, itu sudah penuh nggak bisa lagi menampung," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dubes Wahid dalam jumpa pers di kantor berita Rusia Tass, di Tverskoi Blvd 10-12, Metro Teatralnaya, Okhotny Ryad, Rusia, Rabu (1/8/2018). Hadir di antaranya pihak Badan Federal Pariwisata Rusia, serta Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.


Festival Indonesia akan dibuka secara resmi pada 3 Juli 2018 pukul 15.00 waktu setempat. Lokasi festival kali ini berada di Taman Krasnaya Presnya.

Taman Krasnaya Presnya terletak di pusat kota Moskow, tak jauh dari Gedung Putih kantor pusat pemerintah Federasi Rusia dan dekat dengan World Trade Center (WTC). Taman seluas 16,5 hektare ini didirikan tahun 1932 dan merupakan monumen sejarah dan arsitektur, serta monumen seni lanskap abad XVIII-XIX.

Festival Indonesia ketiga ini mengangkat tema 'Visit Wonderful Indonesia: Explore our Regions'. Dubes Wahid mengatakan festival ini merupakan ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata dan seni budaya terpadu sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia di Rusia. Para pengunjung akan bisa merasakan mini Indonesia di Rusia.

Terkait tema yang diangkat dalam Festival Indonesia kali ini, Dubes Wahid ingin agar warga Rusia mengenal wilayah Indonesia lebih luas. Bukan hanya Bali yang dikunjungi, namun banyak wilayah lain di Indonesia yang memiliki daya tarik dari segi pariwisata, budaya dan lainnya.
Festival yang diprakarsai KBRI Moskow dan didukung Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, serta para sponsor ini akan menampilkan pameran berbagai produk Indonesia unggulan berbagai daerah seperti kopi, pakaian, aksesoris, minyak kelapa sawit, kuliner nusantara, dan kerajinan dari berbagai daerah Indonesia yang tersebar di 85 booth. Selain itu, juga akan ditampilkan berbagai pergelaran seni dan budaya dari berbagai daerah Indonesia, seperti lagu, tarian dan permainan alat musik baik di panggung utama, maupun di beberapa panggung atau tempat lainnya secara terpisah.

Kegiatan-kegiatan lainnya berupa pagelaran wayang kulit dan gamelan show, master class tari dan alat musik tradisional dan workshop batik. Lalu ada pula kelas Bahasa Indonesia, fashion show dari para desainer Indonesia, kelas memasak kuliner nusantara, peragaan pencak silat, prosesi upacara pernikahan adat, serta pelayanan informasi tentang Indonesia.

Festival akan diikuti oleh delegasi Indonesia dari berbagai kalangan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku bisnis, maupun tim seni budaya. Festival dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Bangka Belitung, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bupati Pekalongan, Bupati Kulonprogo, Bupati Sijunjung, Wali Kota Malang, Wali Kota Pasuruan dan Wakil Wali Kota Denpasar.
Menanti Meriahnya Festival Indonesia Ketiga di MoskowFoto: Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi (batik coklat) dalam jumpa pers di kantor berita Rusia Tass. (Herianto Batubara-detikcom)
Dubes Wahid mengatakan Festival Indonesia kali ini dirancang lebih spesial, seperti lokasi yang lebih luas dari festival sebelumnya dan adanya paviliun khusus daerah Indonesia. Catatan detikcom, Festival Indonesia pertama digelar pada 20-21 Agustus 2016 di Hermitage Garden Moskow, seluas 6 ha dan dikunjungi lebih dari 68.000 orang. Sedangkan estival Indonesia kedua, 4-6 Agustus 2017 di tempat yang sama dikunjungi lebih dari 91.600 orang.

"Melalui festival ini diharapkan hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia lebih erat lagi yang pada gilirannya berdampak positif pada peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata," kata Dubes Wahid.

Festival Indonesia Moskow ketiga akan didahului oleh Forum Bisnis Indonesia-Rusia dan business matchingpada 2 Agustus 2018 di World Trade Center (WTC). Forum bisnis direncanakan akan dihadiri dan dibuka oleh Menteri Badan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Forum bisnis akan dihadiri sekitar 500 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia. Infrastruktur penunjang pariwisata akan menjadi fokus utama dalam kegiatan forum bisnis. Namun demikian, sektor-sektor lain juga akan turut dibahas dalam forum tersebut, seperti energi, industri, perhubungan dan minyak sawit.

Rusia merupakan pasar potensial dengan lebih dari 147 juta orang penduduk dan pertumbuhan angka kalangan menengah dan purchasing power yang cukup tinggi. Berdasarkan data Federal Custom Service Rusia, total perdagangan Indonesia dan Rusia tahun 2017 mencapai USD 3,27 miliar, meningkat 25,2% dari tahun 2016, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,69 miliar.

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI, tahun 2017 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 110.529 orang, naik 37,28% dari tahun sebelumnya dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dari negara-negara lainnya.

Selama Festival Indonesia dan rangkaian kegiatannya, para pelaku bisnis Indonesia akan memiliki kesempatan berinteraksi bisnis dengan para mitranya. Berbagai daerah Indonesia dapat memperkenalkan potensi daerah masing-masing, baik ekonomi, maupun pariwisata dan seni budaya. Daerah juga dapat menjalin atau memperat kerja sama dengan mitranya di Rusia,baik dalam bentuk sister province, maupun sister city. (hri/idh)