Separator Pejaten Barat Dicat Berwarna, Lurah: Anggaran dari CSR

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 01 Agu 2018 15:41 WIB
Foto ilustrasi: sepearator busway. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Separator di Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan juga dicat warna-warni. Lurah Pejaten Barat Rahmat Basuki menyebut anggaran pengecatan separator tersebut tidak menggunakan APBD.

"Jadi begini, kita minta bantuan CSR (corporate social responsibility). Itu yang ada di depan, apartemen yang sedang proses pembangunan, minta bantuan ke situ, sama pengusaha toko kaca. Kami dapat Rp 2 juta," kata Rahmat saat dihubungi, Rabu (1/8/2018).
Menurut Rahmat, uang tersebut tak hanya digunakan untuk membeli cat. Kelebihan uang dari pengusaha itu juga digunakan untuk membeli semen.

"Karena cat itu nggak banyak, ada sisa (uang) sedikit. Saya pikir kalau beli cat nggak cukup, ya, sudah saya beli semen aja," terang Rahmat.

Separator di kawasan Pasar Rebo awalnya juga dicat warna-warni seperti di Pejaten. Namun, karena viral di media sosial separator di Pasar Rebo itu kembali dicat warna hitam putih.
Mengenai pengecatan separator itu dipermasalahkan Fraksi PDIP DPRD DKI. Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menyebut pengecatan separator hanya buang-buang anggaran meskipun bukan menggunakan APBD.

"Sudah pasti lah (pemborosan). Mau pakai apapun, mau pake duit setan sekalipun, tetep ada pemborosan. Artinya perencanaan yang tidak cermat sehingga mengakibatkan pemborosan anggaran," terang Gembong.

Tonton juga video: 'Soal Warna-warni Pembatas Jalan, Sandi: Jangan Saling Menyalahkan'

[Gambas:Video 20detik]




Separator Pejaten Barat Dicat Berwarna, Lurah: Anggaran dari CSR
(zak/dnu)