"Tahun lalu kita sudah melakukan kegiatan serupa tapi di Indonesia. Intinya adalah untuk menghubungkan desainer muda Indonesia-Singapura, tidak hanya masalah desain, tapi juga masalah pasar," kata Retno di Mal Paragon, Orchard Road, Singapura, Rabu (1/8/2018).
Ada 14 desainer dari Indonesia yang terlibat dalam pop up store 'Rising Fashion' ini. Mereka yang terpilih sudah melalui proses seleksi dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi di pembukaan pop up store 'Rising Fashion' di Singapura. (Indra/detikcom) |
Dalam industri fashion ini, Kementerian Luar Negeri mendukung penuh dan berperan membukakan pasar secara internasional. Retno yakin produk lokal bisa bersaing di pasar global.
"Itu merupakan kolaborasi yang sangat baik. Kita sudah mulai cukup lama dengan Bekraf, Bekraf menyiapkan kurator desainernya, tim dari para diplomat Indonesia mencoba membukakan pasar, dan Pak Dubes kita di Singapura cukup aktif dalam membukakan pasar produk Indonesia untuk Singapura," kata Retno.
Retno juga sempat melihat-melihat produk lokal dari 14 desainer itu. Retno kagum pada salah satu merek Oaksva Jewellery, yang menonjolkan nilai keindonesiaan. Menurutnya, produk lokal harus mengangkat unsur cerita Indonesia sehingga menarik minat para turis internasional.
"Itu jewellery-nya menarik sekali. Tadi saya bicara dengan desainernya, jadi dia ingin membawa Indonesia dalam bentuk jewellery. Jadi itu dalamnya ada beras, ada cabai, ada pasir, dan dia sertakan juga cerita. Pasir ini dari mana dan sebagainya, sehingga menurut saya pasar internasional akan tertarik karena komunitas internasional itu akan sangat mengapresiasi cerita di balik produk tersebut. Jadi kita harus membiasakan diri untuk bercerita dari produk yang kita sajikan," terangnya.
Sebanyak 14 desainer yang terlibat dalam 'Rising Fashion' ini membawa brand masing-masing, yakni Alexalexa, D'Tale, Diniira, Jeffry Tan, NataOka, Pattent Goods, Saul, Bermock, Danjyo Hiyoji, Hunting Fields, Maison Met, Oaksva Jewellery, Purana, dan Woodka. Pop up store ini digelar di Mal Paragon selama satu bulan mulai hari ini.
Retno berharap hadirnya produk Indonesia di Singapura bisa meningkatkan ekspor Indonesia ke pasar global. Retno juga berharap produk lokal mampu bersaing dengan produk negara lain.
"Presiden selalu mengatakan ekspor ini perlu terus ditingkatkan. Ekspor itu tantangannya masalah kompetisi dengan negara lain. Jangan lupa, di dunia ini ada lebih dari 190 negara, jadi kita harus berkompetisi dengan mereka," papar Retno.
Retno sendiri ke Singapura untuk menghadiri pertemuan ASEAN Ministerial Meeting dan ASEAN Summit 2018. Pertemuan menteri luar negeri ini akan berlangsung hari ini sampai 4 Agustus 2018 di Singapore Expo.
Tonton juga 'Blak-blakan Menlu Retno, Kiprah RI Damaikan Dunia':












































Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi di pembukaan pop up store 'Rising Fashion' di Singapura. (Indra/detikcom)