Rencana Mogok Karyawan KA Resahkan Konsumen

Rencana Mogok Karyawan KA Resahkan Konsumen

- detikNews
Selasa, 02 Agu 2005 09:29 WIB
Jakarta - Berapa banyak orang yang diangkut oleh KA -- termasuk KRL -- dari kota-kota satelit menuju ibukota Jakarta saban hari? Jutaan! Wajar jika rencana mogok massal karyawan PT KA se-Jawa dan Sumatera pada 8-10 Agustus nanti meresahkan para pengguna jasa transportasi itu.Rencana mogok massal itu sudah menggaung keras sejak dua pekan lalu. Bahkan surat resmi seruan demonstrasi yang dirilis Serikat Pekerja PT KA menyebar dari mailing list (milis) ke milis.Banyak di antaranya yang mem-forward pesan itu kepada redaksi detikcom untuk menanyakan kebenaran rencana mogok itu. "Mohon konfirmasi donk.. apa bener info ini? Sebab saya dan teman-teman menggunakan jasa kereta api," tulis Brama S Dhaneswara pada detikcom seraya melampirkan surat SP KA yang diteken oleh ketuanya, Amien Abdurrachman.Amien yang dikonfirmasi detikcom Selasa (2/8/2005) pukul 08.00 WIB mengaku niat mogok belum dicabut. Mereka akan tetap mogok kerja 8-10 Agustus. Jelas hal ini meresahkan para pengguna jasa KA. "Wah jangan mogok dong, kalau naik angkot, bisa-bisa pukul 10.00 WIB baru bisa nyampe kantor," harap Iis, yang tinggal di Bogor dan mengantor di kawasan Manggarai, Jaksel. Sudah bukan rahasia lagi,meski kurang memuaskan, tapi KRL tetap menjadi kendaraan favorit karena kecepatannya."Saya mungkin izin tidak masuk. Cuti kek, mbolos kek, alasan sakit kek," kata Fani, warga Depok yang kuliah dan bekerja di kawasan Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat.Di milis KRL-Mania, milis yang anggotanya para penumpang setia KRL, obrolan tentang rencana mogok itu juga ramai. "Jika memang jadi mogok, artinya saya bisa alasan tidak masuk kantor," komentar Irfahmi."Aku mo ambil cuti aja deh kalo beneran mogok. Jauh euy Depok-Roxy. Pening dan penat boleh jadi," keluh Siti Khodijah.Sementara, pada Jumat (29/7/2005) lalu, manajemen PT KA mengimbau agar mogok itu dibatalkan. "Tuntutan dana pensiunan sebesar Rp 585 miliar telah disetujui pemerintah. Jadi kami meminta kepada massa Serikat Pekerja dan Forum Komunikasi Pensiunan Pegawai PT KA tidak melakukan aksi mogok kerja," kata Sekretaris Perusahaan PT KA Tjutjud Trijoga. (nrl/)


Berita Terkait