Tapir Masuk Lubang untuk WC, Warga Ramai-ramai Menolongnya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 31 Jul 2018 14:43 WIB
Foto: Dok. Gembira Loka Zoo
Pekanbaru - Seekor tapir terjebak dalam lubang sedalam 2,5 meter untuk dijadikan WC. Warga bersama petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama-sama menyelamatkan satwa dilindungi itu.

Tapir satwa langka terjebak di lubang yang baru digali untuk WC rumah warga di Desa Cipang Kanan, Kec Rokan IV Koto, Rokan Hulur (Rohul), Riau.

"Kepala desa setempat menghubungi BBKSDA bahwa ada seekor tapir terjebak dalam lubang. Dari informasi tersebut, kita menurunkan petugas untuk upaya evakuasi," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDAY) Riau, Suharyono kepada detikcom, Selasa (31/7/2018).

Haryono menjelaskan, ternyata tapir tersebut sudah terjebak dalam lubang selama 5 hari. Laporan tersebut baru diterima BBKSDA Riau akhir pekan lalu.

"Tim melakukan koordinasi dengan perangkat desa untuk mengevakuasi tapi tersebut," kata Haryono.

Ketika tim BBKSDA Riau tiba di lokasi, kata Haryono, disepakati untuk menggali kembali lobang tersebut. Namun penggaliannya dibuat kemeringan agar tapi mudah keluar dari lubang.

"Jadi kita menggali tanah di bagian pinggirnya dengan kemiringan tertentu. Ini dilakukan untuk membuat jalan tapir agar bisa keluar dari lubang tersebut," kata Haryono.

Penggalian tersebut dilakukan sore hari. Saat malam harinya, Sabtu (21/7) warga diminta menjauh dari lubang tersebut. Ini agar tapir saat akan keluar tidak terganggu oleh ramainya warga.

"Setelah areal di sekitaran lubang dikosongkan, malam harinya tapir keluar dengan sendirinya dan tapir bergerak meninggal kawasan tersebut," kata Haryono.

Masih menurut Haryono, selama tapir terjebak lima hari dalam lubang, warga desa setempat memberikannya makanan dauan-daunan. Mereka juga tidak ingin kalau tapir ini mati terjebak.

"Kita mengapresiasi warga desa setempat yang menyelamatkan tapir dengan memberikannya makan di dalam lubang selama lima hari," kata Haryono.

Menurut Haryono, warga desa setempat selama menghormati satwa tapir selain harimau. Secara umum warga desa yang lokasinya berbetasan dengan Kab Pasaman, Sumatera Barat ini, punya cerita unik soal tapir.

Mereka menganggab, kata Haryono, tapir termasuk satwa yang dianggap berhantu. Cerita tapir berhantu ini dari cerita-cerita masa lalu yang masih diyakini warga setempat sampai sekarang.

"Jadi selain harimau, warga desa setempat sangat menghormati tapir atau mereka menyebutnya Cipan," tutup Haryono.



Tonton juga video: 'Halo, Namaku Bayi Tapir Nan Langka'

[Gambas:Video 20detik]

(cha/asp)