Dihimpun detikcom, Selasa (31/7/2018), pertemuan SBY-Prabowo diselenggarakan di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/7). Dalam pertemuan berdurasi sekitar 3 jam itu, PD dan Gerindra sepakat berkoalisi di Pilpres 2019.
Baca juga: Cek Kosong SBY untuk Prabowo |
"Ini pertemuan kedua. Pertemuan pertama terbuka lebar Gerindra dan Partai Demokrat berkoalisi. Sekarang pintu itu makin lebar, Insyaallah kita bisa diketemukan untuk melakukan perbaikan yang akan datang untuk 5 tahun ke depan," tutur SBY dalam jumpa pers usai pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sebagai pimpinan PD menyerahkan sepenuhnya ke Pak Prabowo, yang penting rakyat memberikan dukungan dan kepemimpinan yang akan datang," ujar SBY.
Usai bertemu Prabowo, malam harinya SBY menggelar pertemuan dengan PKS. Pertemuan digelar di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan selama hampir 2 jam.
Meski belum ada pernyataan resmi soal kesepakatan koalisi, SBY berharap pertemuan dengan PKS membuka lembaran baru. Setelah sebelumnya PD dan PKS pernah menjalin koalisi selama SBY menjabat presiden dua periode (2004-2014).
"Saya kira tambahan dari saya seperti itu, Ustaz Salim dan semoga pertemuan malam hari ini membuka lembaran baru untuk kita lanjutkan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya lagi dengan niat dan tujuan yang baik," ucap SBY.
SBY juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai ideologi PKS. SBY menjelaskan PKS adalah partai berbasis Islam yang demokratis.
"Banyak yang salah persepsi tentang PKS. PKS ini partai Islam, tapi amanah menghormati demokrasi kompatibel dengan sistem yang berlaku di negeri tercinta ini dan oleh karena itulah kami dulu bersama-sama kami juga tidak menginginkan adanya tindakan-tindakan yang radikal dari siapa pun dari kelompok mana pun," sebutnya.
Usai pertemuan ini, PD disebutkan akan menggelar pertemuan lain dengan sejumlah parpol untuk mematangkan koalisi. Tak terkecuali dengan PKS dan PAN yang hingga saat ini belum menyatakan sikap resmi terkait Pilpres 2019.
Tonton juga video pernyataan 'SBY: PKS Ini Partai Islam, Tapi Amanah dan Hormati Demokrasi!'
(tsa/jbr)











































