Melihat potensi ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen untuk melibatkan instansi terkait dan masyarakat sekitar kawasan konservasi cagar alam dalam pengelolaan.
Tidak hanya itu, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke lokasi cagar alam, Senin (30/7), Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Ida Bagus Putera Prathama juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya melayani permintaan bibit dari masyarakat melalui Balai BPDASHL Pemali Jratun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim kunjungan kerja Komisi IV DPR RI itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi. Dalam kesempatan ini, anggota Komisi IV DPR RI bersama KLHK dan masyarakat setempat juga melakukan diskusi mengenai pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, potensi kawasan konservasi yang terletak di Desa Darupono, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini ditunjang dengan kondisi geografis yang berada di daerah dataran rendah. Cagar alam dengan luas sekitar 33,2 Ha ini pun terletak di ketinggian antara 150-175 m di atas permukaan laut dan memiliki jenis tanah latosol (inceptisol).
Di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, upaya pelestarian CA Pagerwunung Darupono ini juga dilakukan bersama masyarakat di desa-desa penyangga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan program penanaman pohon.
"Melalui program pembinaan masyarakat, desa-desa penyangga kawasan cagar alam ini, masyarakat akan lebih sejahtera tanpa harus merusak kawasan konservasinya," ujar kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman.
Potensi flora yang dimiliki oleh CA Pagerwunung Darupono ini terdiri dari jati (Tectona Grandis), sonokeling (Dalbergia Latifolia), nendo (Artocarpus Elastica), kelayu, jengkol (Archidendron Pauciflorum), dan salam (Syzygium Polyanthum).
Selain tumbuhan, CA Pagerwunung Darupono juga memiliki potensi fauna yang melimpah. Beberapa hewan yang tercatat menghuni kawasan konservasi ini di antaranya jenis mamalia seperti kijang ( Muntiacus Muntjak), babi hutan (Sus Scrofa), monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis), hingga reptil seperti biawak (Varanus sp). Selain itu, terdapat juga berbagai jenis burung seperti sesap madu (Meliphagidae) dan kutilang (Pycnonotus Aurigaster). (ega/ega)











































