Puan Kunjungi Korut, Undang Kim Jong Un Hadiri Pembukaan Asian Games

Rina Atriana - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 19:37 WIB
Puan Maharani di Pyongyang, Korea Utara (Foto: Dok. Kemenko PMK)
Pyongyang - Menko PMK Puan Maharani mengunjungi Korea Utara. Kunjungan tersebut dalam rangka mengundang Korut hadir dalam pembukaan Asian Games 2018.

"Menko PMK Puan Maharani selaku Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia/Special Envoy melakukan courtesy call dan dialog bilateral dengan pemerintah Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) di Pyongyang (30/7)," cuit Kemenko PMK di akun Twitter mereka, seperti dilihat detikcom, Senin (30/7/2018),


Kedatangan Puan disebutkan disambut hangat oleh Ketua Presidium Majelis Rakyat Agung RDRK Kim Yong Nam. Puan menyampaikan langsung undangan dari Presiden Jokowi terkait Asian Games.

"Dalam pertemuan tersebut, Menko Puan menyampaikan secara langsung undangan dari Presiden Joko Widodo kepada Pemimpin RDRK untuk menghadiri upacara pembukaan Asian Games 2018," tulis akun itu lagi.

Puan Kunjungi Korut, Undang Kim Jong Un Hadiri Pembukaan Asian GamesFoto: Dok. Kemenko PMK
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut masih berupaya agar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in hadir dalam acara pembukaan pesta olahraga Asian Games pada 18 Agustus 2018. Kehadiran kedua pemimpin negara yang berseteru itu diyakini dapat memberikan bobot tersendiri.

"Kita masih berusaha, tapi jawaban pastinya masih menunggu. Kita berharap olahraga itu juga ajang diplomasi, persahabatan, persaudaraan kita," kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan detikcom di Istana Merdeka, Rabu (11/7).


Hanya, saat itu Jokowi menyebut akan menugasi Menlu terbang ke Korut. Tapi rupanya Puan-lah yang akhirnya pergi. "Saya menugaskan Ibu Menlu (Retno LP Marsudi)," ujar Presiden Jokowi kala itu.

Panitia penyelenggara Asian Games sendiri masih menunggu jawaban atas undangan itu.

"Itu lagi diundang. Kita tinggal tunggu kepastian," kata Wakapolri sekaligus Kepala Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018, Komjen Syafruddin, Jumat (20/7). (rna/imk)