Cerita Kagama DKI Bantu Semprotkan Mikroba ke Kali Item

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 16:22 WIB
Penyemprotan mikroba di aliran Kali Item. Foto: dok. Kagama DKI
Jakarta - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DKI Jakarta turut membantu upaya menghilangkan bau di Kali Item, Kemayoran, Jakarta Utara. Mereka menyemprotkan mikrob atau mikroba ke sungai tersebut.

"Jadi Kagama DKI punya inisiatif, karena kami ada Kagama DKI Peduli Sampah, punya kerja sama dengan Pemerintah Jakarta Utara," kata Ketua Kagama DKI Meinarwati saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/7/2018).



Meinarwati dan kawan-kawan telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI yang dalam hal ini adalah Pemkot Jakarta Utara. Sehingga titik penyemprotan mikroba ini berbeda dengan titik penaburan mikrob jenis lain yang bernama DeoGone.

Pejabat Pemprov DKI juga ikut dalam kegiatan ini. Pejabat Pemprov DKI juga ikut dalam kegiatan ini. Foto: dok. Kagama DKI


"Saya bersama teman-teman bertemu Wali Kota Jakarta Utara pada Jumat lalu. Lalu diputuskanlah pada hari Minggu melakukan penyemprotan di 5 titik. Pokoknya dari Kali Sentiong sampai dengan yang di depan sekolah Jubilee," papar Mei.

Menurut Mei, pihaknya memang awalnya tak berniat mempublikasikan kegiatan ini. Namun di akhir kegiatan pada Minggu (30/7) siang, pihaknya ada yang ditemui oleh wartawan di lokasi.



"Kami yang penting membantu masyarakat DKI," ujar dia.

Dia kemudian menekankan bahwa kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Kadis Tata Air Teguh Hendrawan juga ikut pada kegiatan tersebut.

Mikroba yang dilepaskan akan diteliti dalam 5 hari ke depan setelah pelepasan. Mikroba yang dilepaskan akan diteliti dalam 5 hari ke depan setelah pelepasan. Foto: dok. Kagama DKI


"Genset yang dipakai punyanya dinas, kita bersama dengan Pemda DKI," kata dia.



Mei mengakui bahwa pihaknya tak secara langsung berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun Mei yakin, Wali Kota Jakarta Utara sudah menyampaikan soal kegiatan ini ke Anies. Dia beranggapan bahwa lingkup titik yang mereka semprotkan berada di wilayah Jakarta Utara, sehingga cukup berkomunikasi dengan Wali Kota Syamsuddin Lologau.

"Pak Wali sudah hubungi Pak Anies juga," ujar dia.



Kagama DKI akan mengecek perkembangan dari mikroba yang dilepaskan setelah 5 hari. Hasilnya juga akan disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI.

Adapun mikroba yang disemprotkan kemarin berjenis Lactobacillus. Namun Mei belum menyebutkan rinci Lactobacillus spesies apa yang disemprotkan.

"Kami siapkan 2.500 liter," ujar dia. (bag/tor)