Dukung Prabowo Nyapres, SBY: Visi Misi Jangan Muluk-muluk

Audrey Santoso, Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Senin, 30 Jul 2018 14:20 WIB
SBY dan Prabowo sepakat berkoalisi. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Sepakat berkoalisi, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres. Meski begitu, SBY meminta agar visi-misi tidak muluk-muluk.

"Saya harap visi-misi jangan muluk-muluk janjinya, malah nanti nggak bisa ditepati. Rakyat akan ingat itu. Jangan panjang-lebar, yang simpel saja. Yang penting konkret," ujar SBY dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).

Pada kesempatan itu, SBY sedikit membuka hasil pembicaraannya dengan Prabowo. Keduanya berbicara empat mata dan sepakat menjalin kerja sama koalisi untuk Pilpres 2019.


"Saya tidak suka beretorika, bukan yang suka janji. Pembicaraan kami berdua tadi hampir 2 jam tadi, betul-betul jernih dan jujur, terbuka. Kami melakukan identifikasi apa saya yang dihadapi rakyat kita, terutama saudara-saudara kita golongan tidak mampu dan miskin, yang mencapai 100 juta orang," kata SBY.

"Kami sepakat bahwa persoalan yang dihadapi, mereka harus dijadikan prioritas bagi pemerintahan yang akan datang agar mengatasinya secepat-cepatnya," imbuh dia.

SBY juga membahas kalangan tidak mampu yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, pendapatan pas-pasan. Ia juga mengatakan saat ini daya beli masyarakat berkurang karena harga barang-barang pokok yang terus naik.

"APBN kita, alokasi sumber daya kita, harus diutamakan untuk mengatasi itu," ucap SBY.


Presiden RI ke-6 itu menyatakan pihaknya telah melihat hasil survei dan mendapat pengakuan langsung dari rakyat di tingkat grassroots. Untuk itu, SBY menitipkan agar visi-misi Prabowo nanti lebih fokus pada masalah ini.

"Itulah visi-misi yang akan dibangun tim Pak Prabowo. Orientasinya itu semua. Juga perlunya penegakan hukum, pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih, keamanan untuk menjaga kedaulatan negara kita, hubungan internasional yang baik. Kita anggota G20, jangan hanya jadi penonton," tuturnya.

"Namun dari semua itu, yang kita utamakan rakyat dulu, bukan yang serba-benda dan materialnya, tapi manusianya dulu," imbuh SBY.

Menurut SBY, Prabowo sepakat dengan pemikirannya tersebut. Itulah mengapa Gerindra dan Demokrat sepakat untuk berkoalisi.

"Saya sampaikan ke Pak Prabowo, kalau yang dikehendaki rakyat itu, kepemimpinan yang akan datang mestinya pemimpin yang mampu dan mau mengatasi permasalahan rakyat," tutup SBY.



Tonton juga 'Pertemuan Balasan SBY ke Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/tor)