Stres, Tahanan Aussie Pukuli Tembok dan Pohon LP Kerobokan
Senin, 01 Agu 2005 18:52 WIB
Denpasar - Diduga karena stres, seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali asal Australia memukuli tembok dan pohon kelapa hingga tulang tangannya retak. Tahanan tersebut bernama Lawrence Renae. Dia bersama dengan delapan orang lainnya tertangkap membawa heroin 11,25 kg di Bandara Ngurah Rai, Bali. Renae dicurigai sebagai anggota sindikat narkoba. Ia pun kemudian dijebloskan ke LP Kerobokan. Namun, kehidupan penjara membuatnya stres. Hari Minggu sore, 31 Juli 2005, tiba-tiba saja Renae berteriak-teriak keras di dalam kompleks LP. Beberapa petugas LP segera mengamankannya. Tapi warga Aussie ini lepas lagi dan berlari kencang, lalu memukulkan tangannya ke tembok penjara. Setelah itu, ia lari lagi dan memukul-mukulkan tangannya ke pohon kelapa yang ada di dalam kompleks LP. Akibatnya, ia mengalami keretakan tulang pada bagian telapak tangan luar. Ia pun segera dibawa ke RS Trijata, Jalan WS Supratman, Denpasar, Senin (1/8/2005). Selang sehari lantaran dokter LP Kerobokan tidak ada. "Tangannya digips karena retak akibat dibentur-benturkan ke tembok dan pohon di LP Kerobokan," kata pengacara Renae, Haposan Sihombing kepada wartawan. Selain stres, kata Haposan, Renae takut pada Andrew Chan (21) yang disebut-sebut sebagai ketua sindikat narkoba yang penahanannya akan dipindah dari tahanan Polda Bali ke LP Kerobokan. Ia tidak mau ditahan berdekatan dengan Chan. "Karena Andrew Chan mengaku tidak kenal Renae dan tidak bertanggungjawab terhadap upaya penyelundupan narkoba ke Australia. Padahal ia disuruh Chan. Namun seakan-akan Renae yang bertanggung jawab," tutur Haposan.
(jon/)











































