Rombongan Baleg DPR Shopping Karena Ada Diskon 50%

Rombongan Baleg DPR Shopping Karena Ada Diskon 50%

- detikNews
Senin, 01 Agu 2005 17:32 WIB
Jakarta - Tulisan diskon diakui Wakil Ketua Baleg DPR RI Pataniari telah menyihir mereka saat studi banding ke Belanda. Apalagi diskonnya tak tanggung-tanggung, 50 persen. Jadi tidak aneh jika mereka memanfaatkan momen itu untuk belanja. "Itu pakai duit sendiri, bukan uang pemerintah. Lagi ada diskon, 50 persen lagi," ungkap Pataniari saat dikonfirmasi wartawan di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (1/8/2005). Pataniari juga menjelaskan hasil studi banding Baleg ke Prancis dan Belanda.Acara shopping itu diungkapkan Pataniari untuk mengisi waktu luang saat menunggu kepulangan mereka ke Jakarta setelah selesai melakukan studi banding. "Beberapa anggota juga ada yang mengunjungi Pantai Volendam di Belanda. Jadi hanya mengisi waktu luang, tidak ada niat main-main," ungkap pria yang kepergok menenteng tas bertuliskan Bally saat berada di Belanda ini. Karena itu, Pataniari sangat menyesalkan pemberitaan media massa di Indonesia yang memojokkan studi banding mereka.Menurutnya, pemberitaan itu sudah tidak fair karena seharusnya media juga melihat hasil kunjungan dan manfaat kunjungan. "Nggak fair saja karena itu tata cara untuk mendeskritkan. Harusnya ada keadilan," kata Pataniari.Dia juga mengkritik Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Prancis dan Belanda yang dianggapnya telah memperkeruh suasana. "Mereka sudah apriori duluan sehingga menganggap studi banding tidak perlu," kata politisi PDIP ini.Namun demikian, dia menegaskan, tidak akan melakukan gugatan apa pun terhadap pemberitaan miring tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui siapa di balik pemberitaan miring terhadap kunjungan Baleg DPR. Mengenai hasil studi banding, ia mengatakan, laporan tersebut tengah disusun secara integral, baik dari rombongan yang ke Amerika maupun Prancis. Hasil studi banding itu rencananya akan dilaporkan dalam sidang paripurna DPR RI.Soal laporan kepada pimpinan DPR, dia menjelaskan, tidak perlu, karena Baleg tidak bertanggung jawab kepada pimpinan. "Dia itu hanya stiker. Kita di sini kolegial, jadi laporannya ke paripurna. Tapi kapan, belum tahu," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads