Kapolri: Perwira yang Diperiksa Rekeningnya Bisa Bertambah

Kapolri: Perwira yang Diperiksa Rekeningnya Bisa Bertambah

- detikNews
Senin, 01 Agu 2005 14:09 WIB
Bandung - Setelah bergulir hampir sepekan, baru hari ini, Senin (1/8/2005) Kapolri Jenderal Pol Sutanto membantah 15 pati memiliki rekening tidak wajar. Yang benar, kata Tanto, rekening tersebut dimiliki oleh beberapa rekening dari bintara, perwira pertama, menengah dan beberapa perwira tinggi lainnya."Sekarang rekening-rekening itu masih diselidiki, jumlahnya bisa bertambah," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto kepada wartawan di Gedung Sespim Kepolisian, Jalan Maribaya, Lembang nomor 53, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/8/2005).Penyelidikan ini terkait dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai adanya rekening yang tidak wajar terhadap sejumlah perwira kepolisian. Temuan ini dilaporkan PPATK ke Kapolri. Markas korps baju cokelat muda ini pun heboh.Kapolri menjelaskan, informasi awal soal 15 rekening itu berasal dari intelijen. Padahal, persoalan money laundering yang tengah dalam proses penyelidikan belum bisa diungkapkan kepada publik. "Dalam UU money laundering tidak dibenarkan pengungkapan ke publik, jika diungkapkan akan ada sanksinya," ujar dia.Sutanto juga menjelaskan kerjasama dengan PPATK tidak hanya persoalan money laundering, tetapi juga soal illegal logging dan kasus-kasus korupsi. "Saat ini sudah ada tim gabungan yang bekerja sama dengan kejaksaan untuk mengungkap money loundering di perwira polri," kata Kapolri. (jon/)


Berita Terkait