Senjata GAM yang Diserahkan akan Langsung Dimusnahkan
Senin, 01 Agu 2005 14:06 WIB
Jakarta - Senjata anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diserahkan tidak akan lagi hanya dikumpulkan. Senjata itu akan langsung dimusnahkan di depan Tim Aceh Monitoring Mission (AMM) pemerintah dan GAM."Begitu senjata diserahkan kepada tim monitor akan langsung dihancurkan di depan tim monitor. Jadi tidak perlu kunci-kuncian," jelas Menkominfo, Sofyan Djalil.Sofyan menyampaikan hal itu di sela-sela rapat teknis dengan delegasi Tim Aceh Monitoring Mission dari Uni Eropa dan Asean di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (1/8/2005). Penyerahan senjata milik GAM akan dilakukan secara paralel dengan penarikan pasukan TNI nonorganik. Kedua tindakan itu akan dimulai begitu MoU antara pemerintah dan GAM ditandatangani dan berakhir pada bulan Desember 2005. "Semua kegiatan itu akan dipantau oleh tim AMM," kata Sofyan. Sementara itu mengenai AMM, diperkirakan jumlah anggotanya sekitar 200 orang dengan komposisi 50:50 antara Uni Eropa dengan Asean. Pengamanan AMM akan dilakukan oleh petugas dari kepolisian. Namun secara teknis seperti apa pengamanannya, Sofyan belum bisa menjelaskan karena masih dibahas di dalam rapat teknis hari ini. "Hingga kini belum ada kesimpulan apa-apa dari hasil rapat," kata Sofyan.Hingga pukul 14.00 WIB, rapat teknis AMM masih berlangsung. Sofyan, Ketua Tim Uni Eropa Piter Fith dan anggota delegasi AMM, Mayjen Bambang Darmono tengah memberikan briefing. Rapat diikuti oleh 7 orang perwakilan Uni Eropa dan 5 perwakilan dari 5 negara Asean. Hadir juga para duta besar negara Asean yakni Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand dan Filipina.
(iy/)











































