Bawasda DKI Diminta Investigasi 6 RS yang Tolak Bayi Miskin

Bawasda DKI Diminta Investigasi 6 RS yang Tolak Bayi Miskin

- detikNews
Senin, 01 Agu 2005 13:05 WIB
Jakarta - Enam rumah sakit yang menolak bayi Zulfikri terus menuai badai. Setelah mendapat peringatan keras dari Menkes Siti Fadillah Supari, kini giliran Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang mengecamnya. Sutiyoso bahkan menginstruksikan Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) DKI melakukan investigasi. "Pak Gubernur sudah mengintruksikan Bawasda melakukan investigasi di enam rumah sakit itu. Hasilnya akan diberitahukan segera," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Cholik Masulili dalam keterangan persnya usai mendampingi Sutiyoso bertemu pimpinan enam rumah sakit itu di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/8/2005).Keenam rumah sakit yang menolak bayi Zulfikri adalah RS Budhi Asih, RSCM, RSPAD Gatot Soebroto, RS Mintohardjo, RS Harapan Kita, dan RS UKI. Keenam rumah sakit ini menolak Zul, panggilan Zulfikri, yang badannya menguning dengan alasan keterbatasan alat dan kapasitasnya sudah penuh. Bayi dari pasangan Husein dan Lailasari itu akhirnya diterima dan dirawat di RS Harapan Bunda setelah seharian ditolak enam RS tersebut.Buntut kasus ini, Sutiyoso juga menginstruksikan seluruh RSUD di Jakarta meningkatkan fasilitas layanan kesehatan kelas III hingga 70 persen. "Gubernur juga memerintahkan diadakannya program cepat agar masalah kapasitas rumah sakit yang penuh dapat diatasi segera," kata Masulili tanpa merinci program cepat itu.Khusus untuk RS Budhi Asih, lanjut Masulili, 100 persen pelayanan kesehatan di gedung baru yang saat ini sedang dibangun nantinya akan digunakan untuk pasien dari keluarga miskin (kelas III). Selain itu, puskesmas di 44 kecamatan di DKI akan ditambah pelayanan rawat inapnya, sehingga tahun 2006 nanti sekitar 440 tempat tidur akan ada di Puskesmas di 44 kecamatan di DKI. Namun meski ada penambahan pelayanan kesehatan, baik masyarakat miskin maupun kaya, kata Masulili, harus tetap bersiap-siap ditolak rumah sakit dengan alasan kapasitas yang penuh. Wah! (umi/)


Berita Terkait