Langgar Malino II
Rektor Unpatti Diminta Mundur
Senin, 01 Agu 2005 11:06 WIB
Ambon - Sekitar 75 mahasiswa muslim di Kota Ambon menggelar aksi demo di Kampus Universitas Pattimura, Jalan Latumeten, Ambon. Mereka menuntut rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Prof JB Tetelepta dan Purek III Jamal Rahawarin mundur dari jabatan.Kedua orang itu dianggap tidak mampu mengimplementasikan Perjanjian Malino II, dan Perjanjian Baku Dapa I dan II yang dicetuskan komponen masyarakat Maluku beberapa waktu lalu.Salah satu butir dalam perjanjian Malino II yang dianggap dilanggar adalah tentang perimbangan antara mahasiswa muslim dan nasrani di tubuh kelembagaan mahasiswa. "Keduanya tidak memiliki niat dan itikad baik dalam menyikapi persoalan mahasiswa," kata Koordinator Aksi Ilham Sipahutar di sela aksi demo tersebut, Senin (1/8/2005) pukul 12.00 WIT.Persoalan tersebut, lanjut Ilham, sebetulnya sudah disampaikan berkali-kali kepada para petinggi kampus. Namun masalah tersebut tidak pernah disikapi secara serius. Karena itu, dia meminta Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Mendiknas Bambang Sudibyo menyikapi persoalan ini. "Ini persoalan serius yang sewaktu-waktu akan memberikan dampak buruk terhadap satu-satunya universitas negeri di Maluku," tegas Ilham.Selain menggelar orasi, para pendemo juga membakar satu buah ban mobil. Aksi ini sempat membuat panik mahasiwa lainnya yang sedang kuliah. Akibatnya, mereka langsung berlarian ke luar kampus atau mencari tempat yang lebih aman.Aksi para pendemo semakin beringas saat mereka melihat salah satu ketua dewan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpatti. Tanpa dikomando, beberapa pendemo langsung memukul mahasiswa tersebut.Para pendemo mengaku kesal karena pada Sabtu (30/7/2005) lalu, mahasiswa yang belum diketahui identitasnya itu sempat bertindak sebagai pimpinan sidang musyawarah pemilihan ketua senat Unpatti yang dinilai diskriminatif. Saat pemilihan senat Unpatti, mahasiswa muslim juga menggelar aksi serupa. Demo saat itu berbuntut saling lempar batu, sehingga seluruh kaca yang ada di aula sidang pecah. Beberapa kaca di ruang kuliah juga hancur berantakan dan dua mahasiswa hingga saat ini masih dirawat di RSU Al Fatah, Ambon.Kepada wartawan, Purek III Unpatti Jamal Rahawarin mengatakan, persoalan ini dalam waktu dekat akan dibicarakan secara internal di tingkat rektorat, karena hingga kini Rektor Unpatti masih berada di luar Maluku.
(umi/)











































