Istri Kapolri Bawa Obor Asian Games Menyelam di Raja Ampat

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Jumat, 27 Jul 2018 13:36 WIB
Foto: Istri Kapolri bawa obor Asian Games menyelam di Raja Ampat (istimewa)
Papua Barat - Perjalanan kirab obor (torch relay) Asian Games sudah tiba di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Tri Suswati Karnavian, turut melanjutkan perjalanan kirab obor Asian Games ini dengan menyelam di bawah laut perairan Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat.

Api abadi tersebut diserahkan oleh pelari asal Papua Barat pada Kamis (26/7) di dermaga Hidden Bay, Piaynemo. Istri Kapolri yang juga Ketua Umum Wanita Selam Indonesia (WASI) dan aktris Nadine Candrawinata melanjutkan perjalanan estafet api abadi itu dengan menyelam di perairan Paynemo, Raja Ampat, Papua Barat.

Istri Kapolri Bawa Obor Asian Games Menyelam di Raja AmpatFoto: Istri Kapolri bawa obor Asian Games menyelam di Raja Ampat (istimewa)

Lokasi penyelaman berada di hidden bay, Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat yang terkenal dengan keindahannya. Perairan hidden bay ini terletak di antara bukit-bukit nan eksotis.

Selain Tri Tito dan Nadine, 8 orang penyelam wanita yang merupakan anggota Bhayangkari dan Dewi Pertiwi yang terdiri dari anggota Persatuan Istri Tentara Kartika Chandra Kirana, Persatuan Istri Angkatan Udara Ardya Gharini dan Persatuan Istri Angkatan Laut Jalasenastri, serta anggota WASI, juga ikut melanjutkan estafet api abadi tersebut.

Sebelumnya api abadi tiba di perairan Raja Ampat menggunakan kapal TNI AL KRI Ngurah Rai pada Kamis (26/7) sekitar pukul 12.00 WIT. Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi membawa api abadi dalam lentera kemudian menyerahkannya kepada Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Istri Kapolri Bawa Obor Asian Games Menyelam di Raja AmpatFoto: Istri Kapolri bawa obor Asian Games menyelam di Raja Ampat (istimewa)

Estafet api abadi selanjutnya diserahkan kepada legenda renang Richard Sambera. Richard bersama bersama 7 anggota Korps Marinir berenang sejauh 500 meter membawa api abadi tersebut.

Dari situ, perjalanan api abadi dilanjutkan ke puncak bukit Paiynemo. Selanjutnya api abadi dibawa berlari mengelilingi Kota Waisai. Setelah diinapkan di rumah gubernur Papua Barat, perjalanan api abadi Jumat 27 Juli pagi ini kembali dilanjutkan ke Kota Sorong.

Setelah itu, api abadi kembali melanjutkan perjalanan ke Kota Waisai oleh pelari Papua Barat. Kamis malam api abadi diinapkan di rumah gunernur Papua Barat dan estafet kembali dilanjutkan ke Kota Sorong pagi ini. (mea/hri)