Pekerja Togel Ambon Gelar Demo Kecam Pemberantasan Judi

Pekerja Togel Ambon Gelar Demo Kecam Pemberantasan Judi

- detikNews
Senin, 01 Agu 2005 10:14 WIB
Ambon - Jarang-jarang pekerja judi terang-terangan menunjukkan batang hidungnya di muka umum. Tapi rasa malu atau takut ternyata tidak berlaku bagi 120 pekerja togel di Kota Ambon. Sejak pukul 11.00 WIT, mereka berbondong-bondong mendatangi Gedung DPRD. Tidak takut ditangkap?Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat di Jalan Rizali, Ambon, Senin (1/8/2005), justru untuk mengecam tindakan yang dilakukan pemda dan aparat, yakni memberantas judi di kota tersebut."Kami mengecam pemberantasan judi togel kalau pemda dan aparat tidak memikirkan nasib kami yang kini terkatung-katung," kata Koordinator Aksi Herman Pello saat bertemu dengan sekitar 12 anggota DPRD. Para pendemo yang menamakan dirinya Forum Pemerhati Masyarakat Kecil itu mendesak anggota DPRD mencarikan solusi atau pekerjaan buat mereka. Mereka juga menyatakan kekecewaannya dengan Pansus Judi DPRD Kota Ambon yang bekerja sejak awal Juli 2005, namun hingga kini belum membuahkan hasil maksimal. Bahkan kerjanya terkesan mandek."Kita ingin DPRD mencari jalan keluar yang terbaik," tegas salah satu bandar togel di Kecamatan Leihitu Abdul Basyir Uweng. Basyir mengancam akan menjalankan aktivitasnya lagi jika tuntutan itu tidak dikabulkan pemda dan aparat setempat. Sebab akibat pemberantasan judi, hidupnya kini merana. Padahal dari hasil berjualan togel yang telah digelutinya sejak tujuh tahun lalu, dia berhasil membiayai sekolah anak-anaknya dan memenuhi kehidupan sehari-hari.Namun tuntutan para pendemo itu tampaknya sulit dipenuhi anggota DPRD, sehingga sempat terjadi ketegangan antara Ketua DPRD Kota Ambon Yance Weno dengan perwakilan mendemo yang bersikeras DPRD menyediakan pekerjaan buat mereka.Sebelum masuk ke Gedung DPRD, para pendemo juga sempat bersitegang dengan sekitar 50 aparat keamanan yang menjaga ketat pintu gerbang gedung tersebut. Ketegangan terjadi karena aparat melarang mereka memasuki gedung DPRD, sehingga mereka sempat tertahan selama satu jam. Namun setelah Sekretaris DPRD Kota Ambon turun tangan, perwakilan pendemo akhirnya diperbolehkan masuk dan bertemu perwakilan Komisi A, Pansus Judi, dan pimpinan fraksi di DPRD Kota Ambon.Sedangkan puluhan pekerja judi lainnya terlihat duduk-duduk di teras. Dalam aksi tersebut mereka juga membawa anak-anak dan istri mereka. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini