Awal Mula Sejarah Miqat di Bir Ali

ADVERTISEMENT

Laporan dari Madinah

Awal Mula Sejarah Miqat di Bir Ali

Fuad Fariz - detikNews
Jumat, 27 Jul 2018 00:42 WIB
Foto: Fuad Fariz/ detikcom
Madinah - Masjid Bir Ali dibangun pada masa Rasulullah SAW. Dulunya terdapat sebuah pohon berbentik akasia, pohon tersebut menjadi tempat bernaungnya Rasulullah SAW ketika ingin menjalani umrah. Kemudian masjid ini dibangun di dekat pohon tersebut.

detikcom yang tergabung dalam Media center haji (MCH) 2018, mengunjungi masjid pada Kamis, (26/7/2018). Bertepatan dengan beberapa jemaah haji yang mulai bergeser ke Mekah untuk melanjutkan ibadahnya di tanah kelahiran Rasulullah SAW.

Perjalanan dimulai dari Madinah, jarak tempuh dari kota Madinah ke Bir Ali sekitar 11 kilometer. Menggunakan mobil hanya memakan waktu sekitar 15 menit.



Sesampainya di Bir Ali, terlihat bangunan megah seperti benteng kokoh berbentuk persegi yang memiliki menara menjulang tinggi.

Bangunan ini menghadap bukit berbatu cadas juga berpasir, dipisahkan oleh jalan utama selebar 8 mobil berjajar. Memiliki fasilitas parkiran yang mampu memuat ratusan kendaraan besar dan kecil.

Menurut catatan sejarah, lokasi ini dijadikan Rasulullah SAW tempat melaksanakan miqat dan berihram untuk umrah. Yang kemudian saat ini para jemaah seluruh penjuru dunia meneladani jejak Rasullnya untuk miqat dan berihram di Bir Ali.

Terlihat para jemaah mayoritas jemaah indonesia mulai turun dari bus dan memasuki masjid Bir Ali atau nama lainnya Masjid Miqat. Jemaah pun mulai memasuki masjid untuk bermiqat.



Miqat artinya batas bagi dimulainya ibadah haji. Bir ali menjadi tempat miqat bagi para jemaah yang memulai perjalanannya dari Madinah. dahulu disebut dengan nama Dzul hulaifah.

Sejarah nama Bir Ali diberikan saat Ali bin Abi thalib menggali sumur dengan jumlah yang sangat banyak di masjid ini. oleh karenanya tempat ini diberi nama Bir Ali, bir yang artinya adalah sumur dengan bentuk jamak, sedangkan Ali adalah tokoh yang telah menggali sumur tersebut paling banyak. namun saat ini sumur-sumur itu tertutup oleh bangunan-bangunan disekitar masjid dan masjid itu sendiri.

Menurut informasi dari beberapa pekerja di Masjid Miqat, salah satu sumur ada di luar kawasan masjid. letaknya sekitar 1 kilometer dari masjid ini. Namun beberapa sumur menjadi sumber air untuk masjid ini.

Sesampainya di dalam masjid, Anda akan disuguhi sebuah taman asri di antara masjid dan toilet yang digunakan untuk bersih-bersih dan berganti kain ihram.



Menurut berbagai sumber, di masjid ini memiliki 512 toilet dan 566 dibagi menjadi beberapa pintu utama toilet, diantaranya diperuntukkan khusus pria, wanita dan juga bagi jemaah yang memiliki keukarangan fisik.

Setelah membersihkan diri dan mengenakan kain ihram, para jemaah melaksanakan shalat sunnah Ihram di dalam masjid dialasi oleh karpet berwana merah. Ruangan masjid, dihiasi puluhan pilar kokoh. Masing-masing pilar terdapat lekukan berbentuk jendela untuk meletakan mushaf Alquran.

Usai melaksanakan salat sunah, para jemaah berkumpul dan mulai berniat untuk umrah wajib, dilanjutkan membaca tabliyah bersama-sama menuju bus untuk melanjutkan perjalanan ke Mekah dan melaksanakan umrah di Masjidil haram.



Tonton juga 'Keindahan dan Kemegahan Masjid Bir Ali yang Kokoh':

[Gambas:Video 20detik]

(fua/nkn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT