Soal SBY-Mega, Fahri: Iklim Kepemimpinan Sekarang Kurang Sejuk

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 26 Jul 2018 17:58 WIB
Foto: SBY saat bertemu Megawati. (Dok. Setneg).
Jakarta - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) mengungkap ketidakharmonisan hubungannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri jadi salah satu rintangan bergabung ke koalisi Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengakui kurangnya kesejukan dalam kepemimpinan saat ini.

"Itu ya memang apa namanya iklim kepemimpinan sekarang ini kurang menggambarkan kesejukan dan ketenangan," kata Fahri di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (26/7/2018).


Fahri berharap di masa yang akan datang, para pemimpin bisa mengurangi ego masing-masing. Dia ingin pemimpin dapat memberikan kesejukan dan ketenangan.

"Ya mudah-mudahan saja di masa akan datang akan muncul pemimpin lebih sejuk dan tenang. Yang memberikan masa kebersamaan," ujarnya.


Sebelumnya, SBY mengungkap peluang koalisi dengan Jokowi yang kini memudar. SBY juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Megawati yang belum pulih menjadi alasannya tak masuk koalisi Joko Widodo (Jokowi). SBY pun masih membuka kemungkinan masuk ke pemerintahan.

"Tapi itu pertanyaan bagi saya, karena melihat realitas hubungan Bu Mega sama saya belum pulih. Tapi saya pikir yang ajak Pak Jokowi, dan kalau Demokrat ada di dalam, why not?" kata SBY saat jumpa pers di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7). (fdu/elz)