Peserta Seleksi Akpol 2018 dari Keluarga TNI-Polri Menurun

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 26 Jul 2018 14:30 WIB
Seleksi taruni Polri (Foto: Audrey Santoso/detikcom)
Semarang - Jumlah calon taruna-taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlatar belakang keluarga anggota TNI-Polri menurun. Asisten Kapolri bidang SDM, Irjen Arief Sulistyanto, memperkirakan ada dua penyebab.

"Mungkin yang berminat tidak banyak atau juga mungkin belum masanya masuk Akpol," kata Arief, di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/7/2018).


Saat ini seleksi Akpol digelar dengan sistem transparan dan 'antititipan'. Saat ditanya kemungkinan dua faktor tersebut jadi penyebab menurunnya animo, Arief tersenyum.

Berdasarkan data SSDM Polri, jumlah pendaftar Akpol yang berasal dari keluarga TNI-Polri pada 2017 sebanyak 119 orang. Sementara tahun ini jumlah pendaftar dari keluarga TNI-Polri 105 orang.

SSDM juga membagi jumlah taruna dan taruni dari TNI-Polri berdasarkan pangkat orang tua mereka. Pada 2017, terdapat enam perwira tinggi Polri, 53 perwira menengah, 20 perwira pertama, dan 21 bintara yang mendaftarkan anaknya.


Untuk TNI, ada satu perwira tinggi, 12 perwira menengah, tiga perwira pertama dan tiga bintara yang mendaftarkan anaknya ke Akpol.

Pada 2018 ini, perwira tinggi Polri yang mendaftarkan anaknya dua orang, perwira menengah 50 orang, perwira pertama 30 orang, bintara 12 orang.

Sementara tahun ini tidak ada perwira tinggi TNI yang mendaftarkan anaknya ikut proses seleksi Akpol. Perwira menengah TNI yang mengirim anaknya ada dua orang, perwira menengah enam orang dan bintara tiga orang.


Selama Arief menjabat sebagai As SDM, dirinya membuat jargon 'clean and clear' dalam proses rekrutmen taruna dan taruni Akpol. Arief mengatakan tak ada lagi budaya 'titip-titipan'.

Sebelumnya, Rabu (25/7), Arief juga menyinggung tentang proses rekrutmen bebas KKN. Hal itu disampaikan Arief saat menanggapi cerita perjuangan seorang taruni yang orang tuanya telah tiada.

"Inilah salah satu tujuan perekrutmen bebas KKN. Supaya seperti dia (Ratih, calon taruni asal pengiriman Polda Kalimantan Barat) ini memiliki kesempatan untuk menjadi seseorang," kata Arief. (aud/jbr)