Inggris dan Amerika Kecam Program Nuklir Iran
Senin, 01 Agu 2005 07:10 WIB
Jakarta - Tidak hanya dengan Korea Utara, perselisihan internasional juga terjadi pada program nuklir Iran. Iran mengancam akan menghidupkan kembali program pengayaan uranium. Pengayaan uranium ini bisa digunakan untuk menjadi bahan bakar stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir, namun juga bisa digunakan untuk menyediakan material senjata nuklir. Iran bersikukuh bahwa program nuklir ini hanya untuk kepentingan sipil. Namun, dunia internasional tampaknya tidak terlalu percaya. Bahkan, Inggris dan Amerika Serikat mengecam tindakan sepihak Iran ini, serta akan membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB unutk memberikan sanksi terhadap Iran."Kita mendesak Iran tidak membahayakan perundingan dengan tiga negara Uni Eropa, yakni Inggris, Perancis dan Jerman. Ini sesuai dengan keputusan pertemuan Jenewa antara Iran dan tiga negara itu pada Mei lalu," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Inggris, seperti dikutip dari kantor berita BBC, Minggu (31/7/2005).Presiden Iran Mahmoud Ahamadinejad menegaskan akan tetap melanjutkan program nuklirnya. Bahkan, Iran akan memberitahu kepada PBB untuk tetap melanjutkan program nuklirnya pada beberapa hari mendatang.Melalui pejabat tingginya, Iran meminta Uni Eropa untuk menyerahkan usulan-usulan insentif ekonomi yang akan diterimanya, apabila negaranya menghentikan program nuklirnya. Ancaman ini disambut Presiden Uni Eropa, Inggris dengan meminta waktu seminggu atas permintaan Iran itu.
(atq/)











































