Polisi Inggris Tangkap Lagi 7 Orang Pelaku Pengeboman

Polisi Inggris Tangkap Lagi 7 Orang Pelaku Pengeboman

- detikNews
Senin, 01 Agu 2005 06:09 WIB
Jakarta - Polisi Inggris kembali menangkap tujuh orang yang diduga terkait dengan peledakan bom di London pada 21 Juli lalu. Enam pria dan satu orang wanita itu ditangkap di daerah Sussex, Inggris. Dengan penangkapan ini, polisi Inggris berarti telah menangkap 18 orang tersangka."Kami diperintah menggerebek dua alamat di Sussex," kata seorang juru bicara Kepolisian Metropolitan London, seperti dikutip dari kantor berita New York Times, Minggu (31/7/2005). Kepolisian Inggris tidak mengungkap secara detail mengenai penangkapan ini, termasuk peranan masing-masing dari ketujuh orang yang ditahan ini. Mereka hanya mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap pelaku pengeboman yang gagal itu tidak dilakukan oleh aparat bersenjata. "Mereka ditangkap sesuai undang-undang anti terorisme. Pemeriksaan terhadap bangunan-bangunan itu terus dilakukan," ungkapnya. Seperti diketahui, tidak ada korban dalam insiden pada 21 Juli itu. Hal ini disebabkan bom-bom yang dibawa gagal meledak. Upaya peledakan bom ini merupakan penyerangan untuk kedua kalinya setelah serangan empat bom bunuh diri yang menewaskan 56 orang pada 7 Juli lalu di London.Pasca ledakan bom di London pada 21 Juli 2005 lalu, operasi antiteror terus digelar. Hasilnya, empat orang yang diduga pelaku teror, berhasil ditangkap di Roma dan London dalam sebuah penyergapan. Tersangka yang ditangkap di Roma, Italia kini dalam proses ekstradisi ke Inggris.Osman Hussain, tersangka yang ditangkap di Roma menyatakan kepada polisi yang memeriksa bahwa serangan yang dilakukannya merupakan bentuk balas dendam terhadap penjajahan Amerika Serikat di Irak. "Peledakan bom pada 7 Juli? Itu terjadi setiap hari di Irak," kata Hamdi Issac, yang juga diketahui sebagai Osman Hussain.Di tempat berbeda, warga Inggris keturunan India bernama Haroon Aswat akan diekstradisi ke Inggris oleh pemerintah Zambia. Aswat ditangkap 11 hari lalu dan diduga sebagai otak pelaku serangan-serangan bom di London. (atq/)


Berita Terkait