Setelah Banjir, Epidemi Penyakit Menghantui India
Minggu, 31 Jul 2005 21:32 WIB
Jakarta - Setelah menewaskan 900 orang akibat banjir di Mumbai dan sekitarnya, Pemerintah India masih harus was-was. Hal ini disebabkan perkiraan munculnya epidemi penyakit yang berasal dari tumpukan puing-puing, mayat, dan bangkai binatang.Hal ini diperparah dengan sebagian desa di wilayah sekitar Mumbai yang masih terputus dari dunia luar. Paket makanan dan air mineral dijatuhkan dari pesawat di kawasan-kawasan yang dilanda bencana."Mengerikan rasanya menarik bayi-bayi kecil di bawah bongkahan dan lumpur," kata seorang pemadam kebakaran kepada kantor berita Associated Press, Minggu (31/7/2005).Menurut seorang pejabat senior urusan bantuan, Krishna Vat, jumlah korban akan terus semakin banyak karena masih banyak mayat yang tertimbun tanah longsor dan puing-puing bangunan yang belum ditemukan.Pihak berwenang, lanjut Vat, harus segera memulihkan suplai air bersih, listrik dan telekomunikasi. Selain itu, pemerintah harus mensucihamakan air, sehingga kebersihan dan sanitasi sebagai bagian pencegahan epidemi penyakit dapat terhindarkan.Hingga saat ini, operasi pertolongan tengah berlangsung untuk mencari korban selamat di antara puing-puing sebuah kawasan di pinggiran Mumbai. Beberapa sekolah dan kantor telah dibuka kembali setelah ditutup selama 2 hari. Bandara Mumbai juga sudah dibuka untuk melayani lalu lintas udara.Sebelumnya pada Kamis (28/7/2005) larut malam, sekitar 18 orang termasuk anak-anak meninggal karena terinjak-injak. Warga panik karena ada rumor bahwa tsunami akan melanda kawasan tersebut.Banjir yang melanda India ini merupakan hujan terlebat yang tercatat dalam sejarah India. Curah hujah mencapai 65 cm dalam satu hari.
(atq/)











































