Ketua Timtas Tipikor Tertekan
Minggu, 31 Jul 2005 17:47 WIB
Jakarta - Menjadi Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) rupanya menjadi tugas yang sangat berat bagi Hendarman Supandji. Pria yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) itu mengaku tertekan. Pengakuan itu disampaikan Hendarman usai mengikuti pemakaman mantan Jaksa Agung Singgih di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (31/7/2005). Saking tertekannya menangani kasus korupsi, Hendarman Supandji sampai pusing, tidak bisa tidur hingga masuk angin. "Badannya kurus begini ya adalah (tertekan). Perasaan tidak bisa tidur dan tertekan dalam arti mengejar waktu," kata Hendarman. Meski mengaku tertekan, Hendarman menegaskan tidak pernah mendapatkan intervensi dari pihak manapun. Timtas Tipikor, katanya, tetap konsisten melakukan pemberantasan korupsi. "Umpamanya agak lambat ya lambat. Tapi bukan berarti lambat itu berhenti, tapi terus," katanya. Hendarman optimis dalam waktu satu tahun dapat menyelesaikan 10 kasus yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Para penyidik yakin 10 kasus itu bisa terungkap. Sementara ini kendala yang dihadapi Timtas berupa pengumpulan alat bukti. "Pengumpulan alat bukti itu kan tidak gampang," kata Hendarman.Timtas Tipikor dibentuk pada 2 Mei 2005 lalu. Timtas bertugas menyelesaikan kasus-kasus korupsi kakap.
(iy/)











































