Setelah 3 Tahun Mati, Parade Senja Dihidupkan Lagi
Minggu, 31 Jul 2005 17:25 WIB
Jakarta - Masih ingatkah akan Parade Senja? Tentu banyak yang sudah lupa-lupa ingat. Maklum acara penurunan bendera itu telah absen atau mati sejak tiga tahun lalu. Namun sore ini acara itu dihidupkan lagi.Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menghidupkan upacara parade senja di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (31/7/2005). Upacara penurunan bendera yang kemudian dilanjutkan pagelaran seni itu diikuti oleh Presiden SBY dan sejumlah menteri. Rencananya tradisi ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 setiap tiga bulan sekali. Gelaran pertama parade senja ini diisi oleh marching band Gita Suara Besuki dari Jakarta. Marching band ini dibawakan oleh 97 orang murid kelas II-VI SDN Menteng I Jakpus. Mereka adalah juara nasional dalam kejuaran nasional marching band untuk SD. Setelah tampilan itu akan dilanjutkan oleh orkes harmoni dari Paspampres. Kemudian kesenian rampak gendang dari Sanggar Bhineka Bogor dan diteruskan kolone senapan, atraksi permainan senapan. Presiden, para menteri dan pejabat yang mengikuti acara itu membawa serta keluarganya. Dari keluarga presiden antara lain tampak istrinya, Ny Ani Yudhoyono, anaknya, Agus Yudhoyono dan istrinya Anissa Larasati Pohan. Selain itu legium veteran dan kerabat para pengisi acara juga memadati halaman Istana Merdeka. Akibatnya Istana yang biasanya tertib jadi meriah dengan tawa dan seliweran anak-anak kecil. Acara ini juga mengundang perhatian para pengguna jalan yang melintas di Jalan Medan Merdeka Utara. Hampir seluruh pengendara motor yang lewat memalingkan wajahnya untuk melihat atraksi yang berlangsung di halaman Istana Merdeka. Sementara pejalan kaki menonton dari balik pagar taman Monas.
(iy/)











































