Dulu, Jokowi berbicara tentang politikus kompor dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren An-Najah, Gondang, Sragen, Jawa Tengah. Dia mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh para politikus. Menurutnya, ada pihak-pihak yang ingin memanaskan situasi bangsa di tahun politik.
"Sering kan kalau mendekati pilihan bupati, wali kota, gubernur, pilihan presiden, dikompori. Yang ngompori siapa? Ya para politikus," kata Jokowi, Sabtu (14/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lihat rekam jejaknya, lihat track record-nya, pernah jadi apa, prestasinya apa, kinerjanya seperti apa. Harus dilihat. Jangan gampang percaya," kata dia.
Saat itu Gerindra, yang merupakan salah satu partai oposisi, meminta Jokowi mengungkap siapa sosok politikus yang dimaksud Jokowi. Gerindra meyakini bukan bagian dari politikus kompor yang disebut Jokowi.
"Ya kalau memang perlu, Pak Jokowi boleh sebut nama saja. Tapi jangan sampai Pak Jokowi asal tuduh karena dikritik karena lemahnya kinerja ekonomi, lalu dibilang politikus kompor, itu salah juga," tutur anggota Badan Komunikasi Gerindra, Andre Rosiade.
Sementara itu, PAN balas menuding ucapan Jokowi bagian dari 'kompor'. Jokowi dianggap kurang bijaksana dalam membuat pernyataan.
"Justru statement itu malah menjadi kompor, dia (Jokowi) ngomong begitu malah jadi kompor," ucap Wasekjen PAN Saleh P Daulay.
Meski pernah dikritik, Jokowi tetap mengungkit politikus kompor. Hal itu dia sampaikan di hadapan ribuan kades di acara peningkatan kapasitas pemerintahan desa di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Rabu (25/7/2018).
"Jangan mau dikompor-kompori sama politikus yang nggak benar. Politikus-politikus yang nggak benar, ya," ucap Jokowi.
Jokowi berharap masyarakat tidak terbelah karena perbedaan pilihan politik di pemilu. Menurutnya, perbedaan politik adalah hal yang wajar, dan harus dihormati bersama.
"Energi kita habis nanti. Sudahlah, pilih pemimpin yang terbaik. Coblos, sudah. Rukun, sudah. Tapi memilih pemimpin harus tahu, lihat prestasinya, lihat track record-nya, lihat rekam jejaknya," ujarnya.
"Jangan karena dikompor-kompori (politikus). Sekarang kan banyak kompor, baik kompor minyak maupun kompor gas, banyak," canda Jokowi disambut tawa para kades. (imk/imk)










































