Diwarnai Aksi Boikot, Pilkada Semarang Berlangsung Lancar

Diwarnai Aksi Boikot, Pilkada Semarang Berlangsung Lancar

- detikNews
Minggu, 31 Jul 2005 15:24 WIB
Semarang - Meski empat calon bupati mengancam boikot, pelaksanaan pilkada di Kabupaten Semarang tidak terganggu. Kondisi pencoblosan juga terhitung lancar tidak ada gangguan.Empat cabup yang sebelumnya mengancam boikot adalah Pujiono-Syaiful Hidayat, Masqur-Ahmad Arifin, Mifta Hudi Afandi-Ari Prabono, dan Saryono-Purwidodo. Mereka menuduh KPUD dan pasangan Bambang Guritno-Siti Ambar Fathonah tidak mematuhi aturan.Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (31/7/2005), aksi boikot keempatcalon tak terbukti. Prosesi pencoblosan yang mulai pada pukul 07.00 WIB berlangsung lancar. Pencoblosan berakhir pada pukul 13.00 WIB.Di sebagian besar TPS, saksi tiga cabup tidak terlihat hadir tanpa alasan yang jelas. Sehingga hanya saksi pasangan Saryono-Purwidodo dan Bambang-Siti Ambar yang memantau suasana pencoblosan.Anggota Komisi A DPRD Jateng Soejatno Pedro mengakui, suasana pencoblosan sangat kondusif. "Tapi berdasar pantauan kami, antusiasme masyarakat sangat kecil," tuturnya kepada detikcom di kantor KPUD Kab Semarang, Jl Ahmad Yani, Ungaran, Semarang.Dia mencontohkan, pada pukul 10.00 WIB di TPS Kelurahan Bandarharjo, Kec Ungaran, dari 573 pemilih hanya 155 yang menggunakan hak pilihnya. Begitu juga yang terjadi di TPS 08, dari 488 hanya 170 orang yang menggunakan hak pilihnya.Sepi di TPS, ramai di Kantor KPUD. Di kantor yang pernah disegel massa itu, pejabat-pejabat penting terlihat datang seperti Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Sunarso, Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasjid, dan Wakil Gubernur Ali Mufiz. Ketua KPUD Kabupaten Semarang Budi Satriyo membantah kedatangan pejabat penting itu terkait dengan ancaman semrawutnya pilkada di daerahnya. Dia menilai Kabupaten Semarang adalah daerah pertama yang menggelar pilkada dengan kepala daerah yang masih aktif."Itu yang jadi alasan kenapa mereka ke sini. Mungkin saja, kami dijadikan pilot project untuk pelaksanaan pilkada dengan kepala daerah yang masih aktif," jawab Budi ketika ditemui di Kantor KPUD.Meski belum usai, Budi mengaku puas dengan pelaksanaan pilkada di daerahnya. Sebab, tidak ada insiden apa pun pada saat persiapan maupun pelaksanaannya.Pada awalnya, pilkada Kabupaten Semarang akan digelar 24 Juli lalu. Tapi karena desakan massa KPUD mengundur menjadi 31 Juli. Di daerah dengan 17 kecamatan ini terdapat 662.882 pemilih. Untuk menampungnya, KPUD menyiapkan 1.397 TPS dengan 2 buah TPS khusus. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads