DetikNews
Rabu 25 Juli 2018, 18:50 WIB

Dirjen Udara Pastikan Pesawat Pengantar Haji 2018 Laik Terbang

Moch Prima Fauzi - detikNews
Dirjen Udara Pastikan Pesawat Pengantar Haji 2018 Laik Terbang Foto: dirjen udara
Jakarta - Guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menggelar rampcheck pesawat yang akan mengantarkan para calon jemaah haji ke Tanah Suci. Dirjen Perhubungan Udara mengatakan dari rampcheck yang dilakukan terhadap 21 pesawat secara umum telah laik terbang.

"Secara umum pesawat udara yang diperiksa dalam kondisi laik udara. Ada beberapa temuan yang didapat selama ramp check, namun sebagian besar temuan tidak berpengaruh pada kelaikudaraan. Temuan yang mempengaruhi kelaikudaraan sudah direktifikasi dan pesawat sudah laik terbang dan beroperasi kembali," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (25/7/2018).

Hal itu diungkap Agus saat melaksanakan rampcheck pesawat Boeing B777 Garuda registrasi PK-GIA di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Pesawat tersebut merupakan pesawat yang akan digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia untuk menerbangkan 390 jemaah haji kloter 19 dari DKI Jakarta, hari ini.

Menurut Agus yang didampingi Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 dan Kasubdit Perawatan DKUPPU Kikin Asikin, rampcheck dilakukan untuk menyukseskan penyelenggaraan Penerbangan Haji 2018 sehingga dapat terlaksana dengan lancar, selamat, aman dan nyaman.

Dia mengatakan Inspektur dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di masing-masing embarkasi sudah melakukan rampcheck pesawat haji pada 16-20 Juli 2018 lalu.

Dalam kurun waktu itu, jumlah pemeriksaan dari 12 lokasi Bandar Udara adalah sebanyak 57 pemeriksaan dan pemeriksaan per individual sebanyak 21 pesawat.

Dalam pelaksanaan rampcheck hari ini, Agus berpesan kepada pilot yang akan mengantarkan jemaah haji ke Madinah. Ia mengingatkan agar pilot senantiasa mengikuti prosedur penerbangan agar perjalanan terlaksana dengan lancar, nyaman, dan aman.

"Kami sudah melakukan pengecekan terhadap pesawat ini dan pesawatnya laik terbang. Saya berpesan pada pilot Capt. Fahmi untuk membawa pesawatnya dengan hati-hati dan sesuai dengan standar prosedur penerbangan yang berlaku sehingga sampai ke tujuan membawa tamu-tamu Allah SWT dengan selamat aman dan nyaman," ujar Agus.



Agus pun meyakinkan para jemaah yang akan berangkat bahwa keamanan penerbangan Indonesia telah diakui oleh otoritas internasional sehingga berada pada level keamanan tertinggi.

"Kami bekerja dengan sepenuh hati melayani bapak-ibu para jamaah tamu Allah SWT. Dan saya harapkan bapak-ibu jemaah tidak perlu khawatir karena kami akan dengan sekuat tenaga menjaga keselamatan penerbangan haji ini. Keselamatan penerbangan Indonesia saat ini sudah berada pada level tertinggi dan diakui oleh dunia internasional baik itu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), FAA Amerika dan Uni Eropa," lanjutnya.

Agus memaparkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait dengan penerbangan haji 2018, baik itu di dalam maupun luar negeri.

Misalnya pengelola bandara keberangkatan di Indonesia dan kedatangan di Arab Saudi, maskapai penerbangan Garuda dan Saudi Arabian Airlines, pengelola Lalu lintas udara Indonesia (AirNav) dan negara-negara yang dilintasi penerbangan haji Indonesia, juga pihak terkait lain dari dalam maupun luar negeri seperti Kementerian Agama Indonesia dan Arab Saudi.

Agus menyatakan semua stakeholder penerbangan nasional harus terus bahu-membahu bekerja sama demi suksesnya penerbangan haji mulai dari berangkat hingga datang.

Untuk diketahui, sesuai Keputusan Menteri Agama maskapai yang ditunjuk melayani penerbangan haji tahun ini adalah PT. Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Garuda telah menyiapkan armada berjumlah 13 unit pesawat.

Terdiri dari 5 unit pesawat Boeing B777-300 dengan kapasitas 393 seat, 3 unit pesawat B747-400 dengan kapasitas 455, 4 unit pesawat Airbus A330-300 dengan kapasitas 360 seat dan 1 unit pesawat A330-200 dengan kapasitas 325 seat.



Sedangkan Saudi Arabian Airlines menyiapkan armada 18 unit yang terdiri dari 11 unit pesawat Boeing B777-300 dengan kapasitas 410 seat dan 7 unit pesawat B747-400 dengan kapasitas 450 seat. Menteri Agama juga telah menetapkan embarkasi dan debarkasi haji. Ada 12 bandara yang digunakan sebagai embarkasi dan debarkasi haji, serta 5 bandara untuk embarkasi antara.

Bandara embarkasi dan debarkasi haji tersebut adalah Bandara Sultan Iskandar muda Aceh, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Lombok Praya Lombok.

Sedangkan embarkasi haji antara adalah Bandara Djalaluddin Gorontalo, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Bandara Sultan Thaha Jambi.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed