"Tentu kita bersyukur bahwa konflik yang menyebabkan disharmoni terhadap kita semua membaik tapi baru dapat diisi apabila ada kemajuan-kemajuan di bidang sosial, ekonomi, politik masyarakat," ujar JK dalam sambutannya di acara Konven Pendeta Se-Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Kota Tentena, Poso, Rabu (25/7/2018).
Menurut JK, ekonomi, sosial, dan politik kerap menjadi salah satu masalah disharmoni, jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, JK meminta para pendeta untuk memetakan berbagai masalah di bidang ekonomi, sosial, dan politik, lalu kemudian menyelesaikannya untuk masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harmonisasi di antara masyarakat Poso dikatakan JK harus terus dijaga, salah satunya melalui pembinaan tokoh agama seperti pendeta ke masyarakat. Modal besar dari bangsa Indonesia adalah persatuan dan bhinneka tunggal ika.
"Bangsa yang berbeda, tapi justru perbedaan itu hal yang memperkuat bangsa ini. Jadi perbedaan suku itu adalah modal kita semuanya. Kalau kita lihat di banyak negara justru persatuan suku-suku itulah yang membedakan, tapi kita adalah modal," tuturnya.
"Coba bayangkan kalau semua orang berpikir sebagai orang Sulawesi Tengah saja tanpa mengabaikan yang lainnya. Poso ini sangat terbuka menerima begitu banyak transmigran, itu berarti menerima kedatangan daripada oran-orang lainnya," imbuhnya.
Hal tersebut dipandang JK, bahwa semua orang Poso menerima pendatang ke Poso tanpa memandang suku, agama, dan ras. JK kembali mengungkapkan rasa syukurnya atas Poso yang kembali membaik pasca konflik.
"Masjid dibangun kembali, itu tanda berarti kita menerima persatuan. Itu lah modal utama daripada kita. Coba kita bayangkan tanpa harmoni kebersamaan, berapa ongkos, berapa harta yang terbakar setelah konflik, tentu itu kita hindari, kita melihat masa depan dan jangan selalu melihat masa lalu," paparnya.
Konflik yang menyedihkan di masa lalu disebut JK telah menjadi bukti dari sejarah. Sekarang, masyarakat Poso punya hak untuk menentukan masa depannya yang lebih baik.
"Apabila kita tidak menentukan hak untuk yang terbaik maka kita akan sia-sia. Karena itu lah masa depan ditentukan oleh pendidikan, ditentukan oleh kemajuan ekonomi, ditentukan oleh harmoni daripada kita semua, ditentukan oleh kebersamaan kita, itu lah masa depan kita semua," bebernya.
Tonton juga 'BNPT dan Komnas HAM Pakai Langkah Persuasif Lawan Radikalisme Poso':
(nvl/aan)










































