DetikNews
Selasa 24 Juli 2018, 19:02 WIB

Tips Anti Tersesat di Masjidil Haram

Fajar Pratama - detikNews
Tips Anti Tersesat di Masjidil Haram Foto: Masjidil Haram/Fajar Pratama detikcom
Mekah - Dari waktu ke waktu ada fenomena yang terus berulang: jemaah haji tersesat di Masjidil Haram. Simak tips berikut ini agar Anda atau keluarga Anda tidak nyasar di masjid suci.

Berikut tips yang disampaikan oleh Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Slamet Budiono di Mekah, Selasa (24/7/2018):

1. Hafalkan pintu masuk

Ada 36 pintu masuk (dan jumlahnya terus bertambah karena ada perluasan) di Masjidil Haram. Bentuk satu pintu dan lainnya sama persis.

Jemaah harus menghafalkan pintu masuk. Dalam kondisi normal pintu masuk bisa diakses sekaligus untuk pintu keluar. Bisa dengan mengingat nama pintu maupun nomornya.

"Rata-rata jemaah haji Indonesia tersesat itu karena lupa pintunya. Masuk lewat mana keluar lewat mana," ujar Slamet.

2. Manfaatkan Zamzam Tower

Tips Anti Tersesat di Masjidil HaramZamzam Tower di samping Masjidil Haram/MCH 2018


Zamzam Tower atau yang memiliki nama asli Abraj Al Bait bisa menjadi alat bantu untuk menentukan arah. Zamzam Tower yang begitu menjulang dengan tinggi 601 meter itu posisinya tepat di depan pintu King Abdul Aziz.

Saat semua pintu Masjidil Haram terlihat begitu mirip, menengok ke atas dan melihat Zamzam Tower bisa menjadi patokan arah pulang. Lebih baik sejak masuk dari awal, jemaah masuk lewat pintu King Abdul Aziz dan keluar di pintu yang sama.

3. Datangi Petugas Sektor Khusus

Selama musim haji, di Masjidil Haram terdapat petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bekerja selama 24 jam di masjid suci tersebut. Petugas berjaga di empat titik penting yakni: zona tawaf, area antara zona tawar dan sai, bukit marwah yang merupakan tempat berakhirnya sai dan sekitaran pintu King Abdul Aziz.

Para petugas sektor khusus ini mengenakan seragam lengkap dan rompi dengan tulisan 'Petugas Haji Indonesia Tahun 2018.' Petugas sektor khusus yang dilengkapi alat komunikasi ini nantinya bisa mempertemukan jemaah dengan rombongannya, mengantar ke terminal bus sholawat atau bahkan mengantar sampai ke pemondokan.

4. Pergi Berombongan

Pergi sendirian membuat potensi kesasar lebih tinggi. Dengan pergi sendirian, tidak ada teman yang bisa diajak bersama-sama mengingat rute. Pun ketika 'harus' nyasar, psikologis jemaah yang tersasar bersama-sama dengan teman-teman lainnya pun cenderung lebih baik ketimbang kesasar sendiri yang berpotensi tinggi menimbulkan kepanikan.


5. Bawa Sandal

Ini tips untuk kategori sangat darurat namun kerap terjadi: jemaah bisa keluar Masjidil Haram namun tidak bisa menemukan alas kakinya karena keluar tidak di pintu yang sama. Kebanyakan jemaah akan memaksakan diri untuk ke terminal bus sholawat atau ke pemondokan dengan kaki telanjang. Ini sangat berbahaya karena kaki jemaah bisa melepuh.

Oleh karena itu, jemaah diminta untuk senantiasa membawa alas kaki melekat. Bisa dengan memanfaatkan tas khusus untuk menampung sandal.

"Kalaupun nanti ada jemaah yang tersesat dan kehilangan alas kaki, kami juga sudah siap dengan menyiapkan sandal untuk jemaah," ujar Slamet.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed