"Seleksinya cukup ketat, awalnya saya ikut seleksi di sekolah. Setelah itu, ikut seleksi di tingkat kota dilanjutkan seleksi tingkat provinsi dan akhirnya lolos di tingkat nasional," kata Suci kepada wartawan saat ditemui di kantor Dispora Sumut, Jalan Iskandar Medan, Selasa (24/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau seleksi fisik nggak begitu sulit. Yang sulit menjawab pertanyaan yang diberikan tim penyeleksi. Tapi Alhamdulilah semuanya berjalan lancar," jelasnya.
Suci menambahkan, keinginannya bisa diberi kesempatan membawa baki dalam upacara bendera."Saya mendambakan, bisa membawa baki bendera," harapnya.
Sementara itu, Zainimar yang ikut mendampingi Suci mengaku bangga dengan anaknya. Ibu tiga anak ini berharap, putrinya dapat terpilih membawa baki sesuai keinginannya.
"Saya bangga dengan Suci yang akhirnya bisa mewakili Sumut, menjadi pasukan pengibar bendera di Istana. Saya berdoa, agar harapan anak saya untuk membawa baki terkabul," ungkapnya.
Selain Suci, siswa SMUN 1 Medan, Lucas Alexander Siburian juga ikut dalam pasukan pengibar bendera di Jakarta. Keduanya akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan bersama siswa seluruh Indonesia. (nkn/nkn)











































