Kampanye Sutiyoso Diharapkan Dongkrak Penjualan Ayam
Sabtu, 30 Jul 2005 15:58 WIB
Jakarta -
Kendati belum membuahkan hasil nyata, kampanye makan ayam ala Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan pejabat lainnya disambut positif. Diharapkan kampanye ini dapat menaikkan omzet penjualan ayam dan menyelamatkan nasib 3.000 pegawai tempat pemotongan hewan (TPH)."Kampanye ini sangat baik bagi masyarakat yang belum paham virus flu burung.Budaya masyarakat menengah ke bawah gampang panic buying, jadi harus ditindaklanjuti sampai ke tingkat bawah," kata Direktur Usaha Tempat Pemotongan Hewan PD Dharma Jaya Agus Indra Jaya kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (30/7/2005).Agus Indra Jaya berharap, kampanye Sutiyoso dapat menghapus panic buying warga Jakarta akibat merebaknya virus flu burung.Dijelaskan Agus, hewan unggas yang masuk ke wilayah ibukota telah melalui pengawasan yang ketat. Dokumen dan kesehatannya pun diperiksa. Bahkan, di pangkalan pemotongan hewan juga dilakukan penyemprotan disinvektan."Jadi nggak mungkin tertular flu burung. Virus itu hanya dapat tertular karena kontak langsung atau lewat lendir hewan yang terjangkit virus flu burung," urainya.Selain itu, lanjut Agus, pemerintah perlu menggalakkan kampanye dengan memasang iklan di televisi. Program vaksinasi kontinue pun harus dilakukan secara nasional."Kalau perlu seminggu tiga kali ditayangkan antisipasi flu burung, cara pencegahan dan aturan memasak ayam," tutur Agus.Dengan demikian, menurut Agus, kekhawatiran masyarakat untuk mengkonsumsi ayam akan pulih. "Jika efektif kampanye ini juga dapat menyelamatkan 3.000 pegawai yang terancam dirumahkan," harapnya.Bagaimana nasib pekerja TPH kini? "Belum ada PHK. Kita masih menunggu respon masyarakat atas kampanye Sutiyoso ini," imbuh Agus.
(aan/)










































