Kasus Dugaan Penganiayaan Ronny dan Pardan Naik ke Penyidikan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 24 Jul 2018 11:27 WIB
Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh Ronny Yuniarto dan sopir adik anggota DPR Herman Hery, Pardan, ke tingkat penyidikan. Polisi menduga ada unsur pidana dalam dua laporan itu.

"Sudah. Ya namanya pidana pasti sidik (penyidikan)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/7/2018).


Namun, Argo belum mengetahui sial detail waktu peningkatan status kasus tersebut. Polisi juga sampai saat ini belum menetapkan tersangka.

"Namanya laporan, kemudian kita selidik, nanti kita akan memeriksa saksi yang lain, tentunya dari tugas polisi untuk mencari siapa pelaku, tapi nggak bisa berandai-andai harus ada saksi dan alat bukti misalnya CCTV, baik saksi saat melihat, kita kumpulkan. Kita juga cari, alat bukti pendukungnya juga cari. Biar jelas kasus itu," tuturnya.

Ronny sebelumnya melapor ke Polres Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan oleh sopir Rolls-Royce di Jalan Arteri Pondok Indah, Jaksel. Setelah melakukan penelusuran, Ronny menyimpulkan bahwa terduga pelaku adalah Herman Hery.

Namun belakangan, adik Herman Hery, Yudi, muncul dan membantah tudingan Ronny itu. Menurut Yudi, sosok yang dikira Herman Hery oleh Ronny adalah dirinya.


Tetapi Yudi membantah melakukan pemukulan. Versi pihak Yudi, yang terlibat perkelahian dengan Ronny adalah Pardan. Sementara itu, Pardan mengaku dipukul lebih dahulu oleh Ronny.

Pardan juga kemudian melaporkan balik Ronny ke Polres Metro Jaksel. Dalam laporan bernomor LP/1061/K/VI/2018/PMJ/Restro Jaksel tanggal 11 Juni 2018, sopir Yudi ini melaporkan dengan menggunakan Pasal 351 KUHP.



Tonton juga 'Pakai Batu dan Gunting, Pengamen di Bandung Aniaya 3 Bocah!':


(knv/idh)