KPK Periksa Eni Saragih di Kasus Suap PLTU Riau-1

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 24 Jul 2018 11:03 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1 (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - KPK memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo.

"Diperiksa sebagai untuk tersangka JBK (Johannes B Kotjo)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (24/7/2018).


Namun, Febri enggan menjelaskan apa yang akan didalami dari Eni. Febri juga tak menjawab apakah pemeriksaan Eni ini untuk mengonfirmasi atau mendalami hasil pemeriksaan para saksi sebelumnya, seperti Mensos Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir.

"Ada kebutuhan pemeriksaan oleh penyidik," ucap Febri.

Eni sendiri sudah tiba di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Dia tak mengatakan apapun saat ditanyai soal kasusnya.


Sebelumnya, KPK menetapkan Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka. KPK menduga Eni menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

KPK telah mengamankan Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat kepada Eni. Pemberian pertama kepada Eni diduga dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut dilakukan melalui staf dan keluarga Eni. (haf/jbr)