Cegah Flu Burung, Pasar Burung Ngasem Disemprot
Sabtu, 30 Jul 2005 13:25 WIB
Yogyakarta - Untuk mencegah agar flu burung (Avian Influenza) tidak meluas, Pasar Burung Ngasem, Yogyakarta, disemprot dengan cairan desinfektan. Pada saat penyemprotan, reaksi para pedagang burung dan unggas beragam. Ada yang gembira, ada juga yang protes.Penyemprotan dilakukan oleh Seksi Kesehatan Hewan Sub Dinas Peternakan Kota Yogyakarta, Sabtu (30/7/2005) mulai pukul 09.30-11.00 WIB. Penyemprotan tidak hanya dilakukan di Pasar Burung Ngasem, tapi juga di sejumlah pasar unggas yang ada di Kota Yogyakarta, seperti Pasar Unggas Terban Gondokusuman dan Pasar Beringharjo.Penyemprotan di Pasar Burung Ngasem pertama kali dilakukan di kios-kios burung berkicau di bagian depan di sisi timur. Kemudian dilanjutkan di bagian belakang dan tengah, terutama di kios-kios burung merpati dan perkutut. Hanya dua petugas yang diterjunkan untuk melakukan penyemprotan di pasar burung terbesar di Yogyakarta seluas 1 hektar itu. Satu orang membawa alat penyemprot, satu orang lagi membawa cairan desinfektan dan air untuk mencampurkannya.Pada saat penyemprotan, ada sejumlah pedagang yang menolak dilakukan penyemprotan, tetapi ada pula pedaang yang bersedia kiosnya disemprot desinfektan. Pedagang yang menolak beralasan agar burung-burung dagangannya tidak takut atau stres ketika mendengar suara deru alat semprot tersebut.Oleh karena tidak boleh masuk ke dalam kios, petugas hanya menyemprot di bagian luar. Sedangkan pedagang yang bersedia justru mempersilakan petugas masuk dan menunjukkan tempat-tempat yang boleh disemprot. Bahkan ada beberapa pedagang yang meminta cairan desinfektan untuk dilakukan penyemprotan sendiri. Semua kandang burung dan unggas disemprot tanpa terkecuali. "Penyemprotan ini upaya yang baik dari Pemkot Yogya untuk mencegah agar Pasar Burung Ngasem aman dan terbebas dari flu burung," kata Sudjito (47) salah seorang pedagang burung kepada detikcom.Kepala Seksi Kesehatan Hewan Sub Dinas Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Yogyakarta drh Sri Kusniati kepada detikcom mengatakan, penyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah munculnya virus flu burung. Dengan dilakukan penyemprotan menggunakan cairan desinfektan, semua virus bisa langsung mati."Kita tidak hanya menyemprot di Pasar Burung Ngasem saja, tapi juga pasar-pasar unggas yang ada di Kota Yogya seperti Pasar Terban dan Beringharjo. Dalam waktu dua empat hari semua virus akan mati," katanya.Untuk Pasar Unggas di Terban, lanjut Kusniati, sudah dilakukan penyemprotan berkali-kali selama bulan Juli, karena pernah ditemukan ayam yang terkena flu burung. Untuk peternakan-peternakan ayam, Subdin Kesehatan hanya menyediakan cairan desinfektan dan pemilik peternakan yang akan melakukan penyemprotan sendiri."Hari ini kita sudah habis 12 liter desinfektan, setelah ini kita evaluasi apakah ada gejala-gejala munculnya flui burung. Kita akan terus melakukan penyemprotan di pasar-pasar yang ada hewan unggasnya," kata Kusniati.
(jon/)











































