Pakistan akan Usir Warga Asing yang Belajar di Sekolah Agama

Pakistan akan Usir Warga Asing yang Belajar di Sekolah Agama

- detikNews
Sabtu, 30 Jul 2005 10:31 WIB
Jakarta - Sekitar 1.400 warga asing yang sedang belajar di sekolah-sekolah agama di Pakistan akan diperintahkan meninggalkan sekolah tersebut. Demikian disampaikan Presiden Pakistan Pervez Musharraf.Pemerintah Pakistan juga tidak akan mengeluarkan visa baru bagi warga non-Pakistan yang ingin melakukan studi di sekolah-sekolah agama negeri itu. Terdapat lebih dari 10 ribu sekolah agama di Pakistan. Aturan ini juga akan diterapkan bagi mereka yang memegang status kewarganegaraan ganda."Peraturan soal ini akan diadopsi dalam beberapa hari mendatang," ujar Jenderal Musharraf seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/7/2005). Sebagai bagian dari aturan baru ini, semua seminari dan madrasah di Pakistan juga diharuskan mendaftarkan diri ke pemerintah hingga akhir tahun ini. Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Tony Blair telah mendesak pemerintah Pakistan untuk bertindak terhadap para ekstremis dan madrasah radikal di negeri Asia Selatan itu. Desakan ini disampaikan Blair terkait laporan bahwa beberapa pelaku bom London pada 7 Juli lalu telah berkunjung ke Pakistan belum lama ini.Musharraf pun memerintahkan operasi penangkapan kelompok garis keras. Menurut pejabat keamanan Pakistan, pasukan keamanan telah mengamankan lebih dari 600 tersangka militan. Namun tidak seorang pun dari mereka yang diyakini terlibat langsung dalam bom London yang menewaskan sedikitnya 50 orang."Sampai saat ini tidak ada tersangka yang ditangkap yang terkait langsung dengan pengeboman London," ujar Musharraf. "Investigasi masih berlangsung. Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan," imbuhnya.Musharraf telah melarang 10 kelompok ekstrem di negaranya. Ditegaskannya, operasi penangkapan tersebut bertujuan untuk membekuk para pemimpin kelompok radikal bawah tanah. (ita/)


Berita Terkait