DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 22:09 WIB

Anies akan Jadikan Kantor Milik Pemprov untuk Halte Ojol

Mochamad Zhacky - detikNews
Anies akan Jadikan Kantor Milik Pemprov untuk Halte Ojol Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menyediakan lahan khusus ojek online (ojol) untuk menunggu penumpang. Lahan tersebut nantinya berada di kantor-kantor milik Pemprov DKI.

"Semua kantor Pemprov akan menyiapkan tempat khusus bagi ojek online untuk bisa parkir sehingga tidak mengganggu rumija, ruang milik jalan, yaitu badan jalan dan bahu jalan. Dua itu tidak boleh dipakai," kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).

"Di mana saja? Pasar yang di bawah PD Pasar Jaya, rumah sakit, kemudian kantor-kantor pemerintahan. Kemudian kita juga akan lakukan di terminal dan lain-lain, semua yang di bawah otoritas Pemprov DKI, kita akan berikan instruksi untuk disiapkan area drop off," imbuhnya.



Namun lahan khusus di kantor milik Pemprov DKI itu bukan disediakan untuk nongkrong ojol. Anies menegaskan lahan tersebut hanya untuk menunggu penumpang yang sudah memesan.

"Itu bukan parkir, nongkrong, bukan. Ini ojek menunggu. Jadi ojek sudah datang, tapi customer-nya belum turun, itu kan ada masa tenggang. Biasanya menunggu di pinggir jalan. Itu beda-beda, tergantung durasi tunggunya. Jadi bukan tempat mangkal, bukan. Jadi bukan pangkalan ojek di kantor Pemprov. Tapi tempat transit saat menjemput tanpa harus menunggu di pinggir jalan. Mungkin seperti halte. Apa istilahnya nanti? Tempat transit mungkin," papar Anies.

Selain itu, Anies menuturkan akan memanggil manajemen perusahaan ojol untuk membahas titik-titik mana saja yang tak dapat dijadikan lokasi penurunan ataupun penjemputan penumpang. Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Rabu (25/7).

"Yang akan dibicarakan dengan pengelola ojek online adalah penentuan titik-titik spot di mana tidak bisa dilakukan penurunan atau penjemputan penumpang. Baru mau dipanggil hari-hari ini. Nanti Pak Kadishub panggil, tadi barusan koordinasi. Paling hari Rabu baru kita panggil. Sesudah itu bisa langsung eksekusi," terang Anies.

Anies sebelumnya mengatakan akan menertibkan ojol yang mangkal di sembarang tempat. Anies tak ingin jalan-jalan protokol macet karena ojol yang dinilai tidak tertib.

"(Ojek online) kita tertibkan, nanti kita tertibkan semuanya. Sekarang sudah lihat di sepanjang Merdeka Selatan dulu orang ngetem, jemput. Anda lihat selalu kita tertibkan, nanti semua kita tertibkan," kata Anies di Sudirman, Jakarta, Minggu (22/7).
(zak/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed